Bukan Wisata dan Jalan, di Tahun 2025 Trennya Orang Liburan untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 2 Maret 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Sleep tourism orang lakukan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik demi kesehatan mental dan kualitas hidup secara menyeluruh. (Pexels)
Ilustrasi. Sleep tourism orang lakukan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik demi kesehatan mental dan kualitas hidup secara menyeluruh. (Pexels)

Karenanya, orang menganggap sleep tourism kini jauh lebih baik untuk mental.

Tetap traveling, tetapi Cukup tinggal di penginapan, aktivitas sedikit saja, dan memperbanyak tidur.

Efeknya lebih menyenangkan daripada berwisata keliling kota.

Baca Juga: Tren Sport Travel, Ini 5 Maraton Paling Terkenal di Dunia yang Sering Diikuti Pelari, Termasuk yang Amatir

Tempat menginap nomor satu
Karena tujuannya hanya tidur maka pelaku sleep tourism akan mengutamakan tempat menginap yang bagus.

Baik itu di hotel, resort, atau daerah terpencil yang bisa membuat mereka tidur nyenyak.

Kamar tidur dengan fasilitas nyaman dan private sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Prediksi Tren Kuliner di tahun 2025, Korea Masih Merajai, Jenis Kulinernya Saja yang Berbeda

Hotel dengan program rejunevated dan relaksasi, seperti mandi berendam, spa, pijat, yoga, jadi incarannya.

Beberapa hotel dan resort di luar negeri sudah menawarkan program spesial untuk sleep tourism.

Termasuk juga penyediaaan paket makanan lezat dan bernutrisi.

Sleep tourism tidak hanya sebatas ingin tidur berkualitas, tapi juga pengalaman tidur yang unik.

Baca Juga: Snackle Box, Teknik Membawa Camilan yang Sedang Tren di TikTok dan Tips Menyusunnya

Biasanya pelancong seperti ini akan mencari bentuk penginapan yang tidak lazim.

Misalnya di resort di tengah hutan, pulau pribadi, atas pohon atau lokasi lain yang tidak biasa.

Bagi pelaku sleep tourism, tempat jauh tidak masalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: saatva.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini