Kabar BUMN - Tak ada yang lebih menakutkan dibandingkan dipanggil atasan ketika Anda merasa kinerja memang sedang biasa-biasa saja.
Anda khawatir atasan tidak suka dengan performa Anda, kemungkinan dipecat atau mendapat sangsi dan lainnya.
Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan menghindari kecemasan saat dipanggil atasan, tentunya selain berdoa, ya.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara Alasan Resign dari Perusahaan Sebelumnya, Jangan Sampai Terjebak!
1.Cari tahu kenapa Anda dipanggil
Pastinya ada alasan tertentu atasan memanggil. Cobalah cari tahu. Dengan mencari tahu alasannya, Anda bisa menyiapkan diri lebih baik saat berhadapan langsung. Jangan lupa, gunakan kalimat yang diplomatis dan sopan saat menjawab pertanyaannya.
2.Kenali gosip kantor
Walau Anda tidak mau terlibat dalam office politic, penting untuk tahu soal gosip kantor, termasuk soal atasan. Paling tidak ini sedikit memberikan bayangan kenapa Anda dipanggil atasan.
3. Kenali karakter atasan
Setiap atasan punya gaya berkomunikasi yang berbeda. Ini sangat dipengaruhi karakternya. Dengan mengenali karakter atasan, Anda bisa menyesuaikan gaya berkomunikasi dengannya.
Baca Juga: 3 Rahasia Penghilang Stres yang Bisa Dicoba, Orang-orang Sukses Biasa Melakukannya
Misalnya, untuk tipe micromanagement, Anda perlu memberikan semua progres pekerjaan agar ia merasa puas. Atau, bila tipe senang dipuji, jangan lupa sering memuji gaya kepemimpinannya.
4. Berlatih berbicara
Cara terbaik untuk mengurangi rasa cemas adalah berlatih berbicara. Bayangkan dan latih dalam hati kalimat-kalimat terbaik untuk menjawab. Dengan cara ini Anda bisa mengurangi kegugupan saat menghadapi atasan.
5. Siapkan worst case scenario
Rasa cemas muncul karena otak Anda terlalu overthinking. Tulis semua kekhawatiran Anda dan coba pikirkan bila hal itu terjadi apa yang akan Anda katakan pada kondisi tersebut.
Baca Juga: 6 Cara Mengembalikan Semangat Bagi yang Masih Belum Mood Juga Untuk Bekerja
6. Atasan hanyalah manusia
Perlu diingat atasan sama seperti Anda. Mereka punya nilai-nilai dan prinsip yang memengaruhi perilaku dan tercermin pada cara mereka bersikap pada bawahan. Sering kali cara mereka marah, kesal atau memanggil bawahan, tidak ada hubungannya dengan performa kerja Anda, tetapi lebih pada karakternya.
Penting untuk menghormati atasan tetapi tidak ada orang yang sempurna. Mereka juga sama seperti Anda, sama-sama manusia.***
Artikel Terkait
5 Cara Sederhana Berbagi Kebaikan di Tempat Kerja, Tidak Sulit lho Melakukannya
Pentingnya Meningkatkan Soft Skill Karyawan Menurut Pakar: Tetap Harus Dikembangkan Meski Sudah Mahir Bekerja
Rekruitmen Bersama BUMN Dibuka 5 Mei 2023, Erick Thohir: Saya Ingin Satukan Perusahaan BUMN
5 Tips Lolos Rekrutmen Perusahaan dari Forum Human Capital Indonesia