Para pemimpin organisasi Islam melihat perayaan Idul Fitri sangat tepat untuk melakukan sungkem.
Karena esensinya adalah bermaaf-maafan.
Kemudian, para pemimpin organisasi mempraktekan tindakan yang sama.
Baca Juga: 10 Twibbon Bertema Idul Fitri 2025, Pilih Desain Bingkai Foto Sesuai dengan Selera
Anggota organisasi melakukan sungkem pada pemimpin agama setempat.
Tradisi ini kemudian dipraktekkan juga para anggota dan orang-orang Jawa di rumahnya.
Dari situlah tradisi sungkem terus dipertahankan di keluarga Jawa hingga sekarang.
Tidak hanya saat Lebaran
Kebanyakkan orang hanya tahu kalau sungkem dilakukan saat Idul Fitri saja.
Sebenarnya sungkem juga dilakukan pada peristiwa penting lainnya. Yaitu, saat seorang anak menikah.
Dalam adat Jawa, setelah siraman, kedua mempelai akan melakukan sungkem ke orang tua.
Selain doa restu, sungkem juga dimaksudkan untuk meminta pengampunan atas perbuatannya selama menjadi anak.***
Artikel Terkait
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
6 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia, Semuanya Menyimpan Makna Mendalam
7 Fakta Unik tentang Hari Valentine: Dari Asal-usul yang Misterius hingga Tradisi Unik di Beberapa Negara
Mengenal Padusan, Tradisi Penyucian Diri untuk Menyambut Bulan Ramadan
Ragam Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia
Pawai Ogoh-Ogoh di TMII: Tradisi Nyepi yang Sarat Makna