Tempat Wisata di Ipoh, Malaysia, yang Belum Banyak Dilirik Orang Padahal Penuh Pesona

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 21 April 2025 | 17:00 WIB
Perak Cave Temple berada di dalam gua di atas pengunungan Gunung Tasek, Ipoh, Malaysia. (widimedia.org)
Perak Cave Temple berada di dalam gua di atas pengunungan Gunung Tasek, Ipoh, Malaysia. (widimedia.org)

Dibangun tahun 1910, pembangunan kastil terhenti saat ia meninggal, tetapi sisa-sisanya masih dipertahankan.

Baca Juga: Ragam Kuliner Peranakan yang Populer di Singapura dan Malaysia

3. Birch Memorial Clock Tower
Menara ini didirikan tahun 1909 untuk mengenang JWW Birch yang menjadi penghuni pertama Ipoh.

Tingginya sekitar 1, 8 meter. Lokasinya di alun-alun tengah kota.

Bangunan ini dihiasi dengan empat patung yang menjadi simbol pemerintahan Inggris.

Di bawah menara terdapat mural yang menggambarkan 44 tokoh-tokoh ikonik bersejarah.

Baca Juga: Wisata Kuliner di Jonker Walk, Surga Makanan di Malaka, Malaysia

Di Concubine Lane, Ipoh, Malaysia, tumbuh kafe, toko souvenir, toko dessert, dan sejumlah konter makanan. (hotelpi.com.my)

4. Concubine Lane
Tempat ini sudah ada sejak 120 tahun. Lokasinya di kota tua, arsitekturnya pun cantik.

Dulunya rumah tua dan kedai kopi. Lambat laut Concubine Lane menjadi daerah wisata.

Di sini tumbuh kafe, toko souvenir, toko dessert, dan sejumlah konter makanan.

Ini tempat favorit pecinta swafoto, fotografer, dan turis karena banyak spot foto menarik.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Legendaris di Selangor, Malaysia, Hadirkan Cita Rasa yang Berbeda dari Kota Lainnya

5. Qing Xin Ling Leisure & Cultural Village
Desa wisata dengan konsep ekoturis ini jaraknya sekitar 20 menit dari pusat kota Ipoh.

Tempat ini dibuat dengan konsep pedesaan Malaysia peranakan.

Suasana dan interiornya didesain seperti zaman dulu lengkap dengan televisi, radio, motor dan peralatan masak tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: holidify.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini