Pawai dan Rute yang Lebih Efisien
Puncak kegiatan festival adalah pawai rimpu, yang kali ini dirancang dengan rute lebih pendek dibandingkan tahun lalu.
Start dimulai dari Lapangan Paruga Nae dan berakhir di Lapangan Serasuba. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi tahun lalu, agar antusiasme tinggi dari peserta dan penonton bisa lebih nyaman dan tertib terakomodasi.
Bukan Lagi Soal Rekor, Tapi Soal Makna
Setelah berhasil mencetak rekor MURI dengan 60.000 peserta pada tahun 2024, tahun ini penyelenggara memilih untuk tidak lagi fokus mengejar rekor.
Sebaliknya, tujuan yang diangkat lebih ke arah promosi daerah dan pelestarian warisan budaya. Pemerintah Kota Bima berharap Festival Rimpu Mantika bisa menjadi ikon tahunan yang terus berkelanjutan dan makin dikenal secara nasional.
Masuk dalam Agenda Nasional
Sebagai tambahan semangat, Festival Rimpu Mantika tahun ini juga masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata.
Ini menandakan bahwa keberadaan festival ini bukan hanya penting untuk Bima, tapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan dalam memperkuat identitas budaya bangsa.
***
Artikel Terkait
Pacu Kuda Seru, Konser Meriah, Tiket Sagara Festival Lebih Murah dengan BNI!
Nonton BNI Java Jazz Festival 2025 Berdua, tapi Bayarnya Kayak Sendiri
Bali 7s 2025 Siap Digelar, Festival Sepak Bola Usia Dini Terbesar di Asia Hadir Lagi
Tiket Donasi Festival Lampion Waisak 2025 Sudah Bisa Dipesan Lagi, Ini Kontaknya!
4 Festival Balon Udara Paling Terkenal di Dunia, Hadirkan Keunikan Masing-masing