Penjor hiasan bisa sederhana atau sangat mewah tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing.
Berbeda dengan penjor sakral yang wajib memenuhi unsur pelengkap acara keagamaan.
Baca Juga: Pulang Liburan Semakin Berilmu, Ini Beragam Workshop di Bali untuk Memperkaya Keahlian
Penjor khusus Galungan
Di saat Galungan, penjor sakral dipasang sehari atau tepat pada perayaan Galungan.
Rangkaian penjor sakral terdiri atas bambu, janur atau daun enau dan beberapa jenis daun lainnya.
Penggunaan bambu menjadi lambang kekuatan Dewa Brahma.
Sementara janur simbol kekuatan Hyang Mahadewa dan kelapa simbol kekuatan Hyang Rudra.
Baca Juga: Bali Perketat Aturan Wisatawan Asing, Ini yang Harus Kamu Tahu!
Penjor dilengkapi tiga jenis hasil bumi.
Yaitu pala bungkah (umbi-umbian), pala gantung (kelapa, timun, dan buah-buahan) dan pala wija (biji-bijian).
Penjor sakral juga dihiasi dengan jajan, uang kepeng, sanggah ardha candra, dan sesajian.
Sanggah ardha candra adalah kotak bambu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sajen.
Buat sendiri atau memesan
Pembuatan penjor bisa dilakukan sendiri atau memesan khusus kepada penjual.
Umumnya setiap keluarga Bali sudah punya bambunya dan menghias sendiri dengan hiasan penjor.
Artikel Terkait
5 Jalur Pendakian di Indonesia yang Ramah untuk Pemula, Waktu Tempuh Sampai Puncak Relatif Singkat
Percantik Feed Instagram dengan Foto-foto Keren di Pantai Cuma Modal Kamera HP, Simak Tips Berikut Agar Hasilnya Maksimal
Festival Rimpu Mantika 2025, Semarakkan Bima dengan Tradisi dan 70.000 Peserta
Ngetrip Tipis-Tipis ke Taman Kota Jakarta, Cuma Modal Transportasi Umum
Jangan Lewat Jalur Timboa, Ini Alternatif Pendakian ke Gunung Merbabu
Serunya Nonton Atraksi Satwa Mini di Jember Mini Zoo, Yuk Berkunjung!