Tripod dan kamera masih boleh digunakan, selama tidak mengganggu peserta lain dan hanya untuk dokumentasi pribadi dari tempat duduk.
Ketentuan Tambahan yang Perlu Diingat
Baca Juga: Setelah ke Candi Borobudur, Habiskan Waktu ke Tempat Wisata Lain di Dekatnya
Tiket berlaku hanya sesuai sesi yang tertera dan tidak bisa digunakan ulang setelah kamu keluar area.
Jika kamu berhalangan hadir, tenang saja, panitia bisa membantu menuliskan harapanmu di wishing card yang nanti akan ditempel di lampion sebelum diterbangkan.
Semua lampion dan perlengkapannya milik penyelenggara, jadi tidak boleh dibawa pulang ya!
Baca Juga: Yoshoku, Kuliner Jepang yang Dapat Pengaruh Kuat dari Barat
Jaga Kekhusyukan dan Keselamatan
Setiap aturan yang dibuat bukan untuk membatasi, tapi demi menjaga kenyamanan, kekhusyukan, dan keselamatan bersama selama acara berlangsung.
Mengingat besarnya antusiasme pengunjung, penting untuk tetap tertib dan menghormati suasana sakral di kawasan Candi Borobudur. ***
Artikel Terkait
Terbangkan Harapanmu: Panduan Penerbangan Lampion Festival Waisak 2025 di Candi Borobudur
Rayakan Waisak, InJourney Siap Kawal Kehadiran Puluhan Ribu Umat Buddha di Candi Borobudur
Sambut Waisak 2025, InJourney Hospitality Tawarkan Kenyamanan Menginap di Dekat Candi Borobudur
Meresapi Makna Waisak: Tradisi Sakral dari Grobogan hingga Jambi
Persiapan Libur Panjang Waisak, ASDP Siap Kawal Mobilitas Masyarakat dengan Layanan Penyeberangan Lewat Tiket Online Ferizy