Gerbang desa ditandai dengan tulisan beraksara Batak dan Latin, yang hingga kini masih bisa kamu lihat.
Desa ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Laga Siallagan dan diwariskan ke generasi berikutnya seperti Raja Hendrik Siallagan dan Raja Ompu Batu Ginjang Siallagan.
Huta bukan hanya tempat tinggal, tapi juga simbol sistem sosial, kepemilikan tanah, dan spiritualitas bagi masyarakat Batak Toba.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Bawa UMKM Anda Naik Kelas di PERURI Digital Entrepreneur Academy 2025
Jadwal Kunjungan dan Tarif Masuk
Jika kamu tertarik menjelajah tempat ini, Huta Siallagan terbuka untuk umum setiap hari dari pukul 08.00 sampai 18.00.
Cukup dengan tiket seharga Rp10.000 per orang, kamu sudah bisa menyaksikan peninggalan sejarah ini secara langsung.
Baca Juga: Pertama Kali Paralayang? Haruman Jingga Garut Tempat Paling Aman Buat Ngegas
Tapi pastikan kamu mengecek jam buka terbaru dan menggunakan jasa pemandu jika ingin pengalaman yang lebih mendalam.
Selain menyuguhkan sejarah yang unik, desa ini juga mempertahankan keberadaan Rumah Bolon dan berbagai artefak khas Batak yang menambah nilai wisata budaya.
Keturunan raja masih tinggal di area ini dan terus menjaga warisan yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. ***
Artikel Terkait
5 Destinasi Wisata di Sekitar Danau Toba, Dekat dari Lokasi Penyelenggaraan Aquabike Jetksi World Championship 2024
Rekomendasi Aktivitas Outdoor di Area Danau Toba, Wisata Seru untuk Pecinta Petualang
Cepat-cepat Melarikan Diri ke The Kaldera Toba Nomadic Escape Kalau Ingin Menjauh dari Keriuhan
Nikmati Damainya Danau Toba: 4 Penginapan Estetik dari Villa Asri hingga Kabin Modern
Danau Toba Punya Spot Epik: Bukit Sibea-bea, Tempatnya Healing Sambil Ngonten