Sejarah Perkampungan Arab Tertua di Jakarta, Pekojan, Dulu Hanya Ditinggali Pedagang Yaman Selatan dan Muslim India

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 17 Juni 2025 | 15:30 WIB
Kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, di masa lalu. (Wikipedia/www.harismedia.com)
Kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, di masa lalu. (Wikipedia/www.harismedia.com)

Nama Pekojan diambil dari kata Khoja atau Kaja, sebutan bagi muslim dari India.

Setelah kemerdekaan RI, Kampung Arab mulai dipadati etnis Tiongkok juga.

Beberapa keturunan Arab lalu bergeser ke arah pemukiman di Senen dan Kwitang.

Baca Juga: Asal Mula Penamaan ‘Kampung-kampung’ di Jakarta, Bukti Kota Ini Jadi Melting Pot Sejak Ratusan Tahun Lalu

Masjid Langgar Tinggi di Pekojan, Tambora, dibangun tahun 1833. (masjidinfo.net)

Masjid tertua
Dari pembangunan awal ratusan tahun lalu, masih ada sisa-sisa bangunan bersejarah di Pekojan.

Salah satu paling terkenal Masjid Langgar Tinggi yang dibangun tahun 1833.

Awalnya langgar kecil, ini diperluas menjadi masjid oleh Syeikh Said Naum, Kapiten Arab kaya raya.

Selain tempat ibadah, dulu di bagian atas masjid jadi tempat penginapan bagi para pedagang dari Arab.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta

Sampai sekarang bangunan Masjid Langgar Tinggi terjaga baik, tetapi sudah bukan tempat ibadah lagi.

Di perkampungan Arab banyak pedagang yang sudah berjualan secara turun menurun selama 200 tahun.

Dulu di sekitar Kali Angke, banyak penjual kambing, sekarang tempat ini dinamai jalan Jembatan Kambing.

Di dekat penjual kambing juga dulu berdiri tempat penjagalan. Kini nama daerah itu jadi Jalan Pejagalan.

Baca Juga: Tidak Lekang Tergerus Zaman, Budaya dan Kesenian Betawi Ini Masih Bisa Didapati Meskipun Sesekali Saja Pertunjukannya

Masih di sekitar Jalan Pejagalan berdiri masjid tua, Masjid An-Nawier. Lokasinya di jalan Pekojan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini