Nama Pekojan diambil dari kata Khoja atau Kaja, sebutan bagi muslim dari India.
Setelah kemerdekaan RI, Kampung Arab mulai dipadati etnis Tiongkok juga.
Beberapa keturunan Arab lalu bergeser ke arah pemukiman di Senen dan Kwitang.
Masjid tertua
Dari pembangunan awal ratusan tahun lalu, masih ada sisa-sisa bangunan bersejarah di Pekojan.
Salah satu paling terkenal Masjid Langgar Tinggi yang dibangun tahun 1833.
Awalnya langgar kecil, ini diperluas menjadi masjid oleh Syeikh Said Naum, Kapiten Arab kaya raya.
Selain tempat ibadah, dulu di bagian atas masjid jadi tempat penginapan bagi para pedagang dari Arab.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta
Sampai sekarang bangunan Masjid Langgar Tinggi terjaga baik, tetapi sudah bukan tempat ibadah lagi.
Di perkampungan Arab banyak pedagang yang sudah berjualan secara turun menurun selama 200 tahun.
Dulu di sekitar Kali Angke, banyak penjual kambing, sekarang tempat ini dinamai jalan Jembatan Kambing.
Di dekat penjual kambing juga dulu berdiri tempat penjagalan. Kini nama daerah itu jadi Jalan Pejagalan.
Masih di sekitar Jalan Pejagalan berdiri masjid tua, Masjid An-Nawier. Lokasinya di jalan Pekojan.
Artikel Terkait
Kecil-kecil Sarat Makna, Ini Candi-candi Kecil di Sekitar Candi Borobudur yang Hadirkan Keunikan Tersendiri
Tidak Lekang Tergerus Zaman, Budaya dan Kesenian Betawi Ini Masih Bisa Didapati Meskipun Sesekali Saja Pertunjukannya
Menambah Pengetahuan Selama Libur Sekolah, Jelajahi 7 Museum di Yogyakarta yang Edukatif
4 Wisata Hidden Gem di Kabupaten Karawang, Keindahan yang Tak Terduga Menanti
Tidak Banyak yang Tahu, di Bandung Juga Ada Empat Museum Sejarah dan Kebudayaan Ini
Liburan Sekarang Bisa Balapan, Sirkuit Mandalika Hadirkan Pengalaman Kelas Dunia