Ini dipengaruhi gaya batik pesisiran, seperti Pekalongan, Cirebon, Madura, dan Banyuwangi.
Baca Juga: Sejarah dan Fakta Nasi Ulam Khas Betawi yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda
Tentu saja ada sedikit perbedaan dalam motif-motif yang dihasilkan.
Motif batik Betawi terpopuler adalah motif pucuk rebung yang dipengaruhi batik Lasem dan songket Melayu.
Pucuk rebung (batang bambu) memiliki makna mendalam bagi masyarakat Betawi.
Baca Juga: 4 Camilan Betawi yang Masih Mudah Ditemukan di Penjual Kaki Lima
Yakni, lambang keseimbangan hidup antara manusia, alam sekitar dan Sang Pencipta.
Motif lain yang tergolong klasik adalah tumpal yang berbentuk segitiga dan dipasang di ujung kain batik.
Bentuk tumpal atau cagak ini terinpirasi bentuk gunung.
Orang Betawi percaya gunung adalah lambang kekuatan sekaligus menolak bala.
Baca Juga: Faktor Keterbatasan Bahan Baku, Kuliner Betawi Ini Sekarang Semakin Langka
Motif ondel-ondel
Di awal abad 20, motif batik betawi berkembang lebih pesat lagi.
Inspirasinya diambil dari sejarah Batavia dan kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi.
Misalnya saja motif salakanagara yang mengambil inspirasi dari Gunung Salak.
Artikel Terkait
Ciptakan Planet Versimu di Galactic Studio, Langsung Meluncur ke PVJ Bandung!
Bangunannya Modern, Isinya Lebih Populer dari Museum Konvensional, Ini Museum Selebriti di Dunia
Panduan Agar Anak-anak Menikmati Wisata Kuliner Keluarga dan Makan di Restoran Tanpa Membuat Kegaduhan
Ramah Anak dan Murah Meriah, Berikut 6 Tempat Wisata Keluarga di Jakarta untuk Liburan Minim Budget
Rekomendasi 5 Perpustakaan di Jakarta yang Koleksi Bukunya Lengkap dan Tempatnya Aesthetic
Merantau Itu Perlu! Ini Alasan Kenapa Kamu Nggak Perlu Takut Coba Hidup di Tempat Baru