Kabar BUMN – Malam 1 Suro, yang menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, selalu disambut dengan nuansa sakral dan penuh keheningan oleh masyarakat Jawa.
Lebih dari sekadar momen transisi, malam ini dipercaya sebagai waktu yang sarat energi mistis—momen di mana alam gaib dan dunia nyata berada dalam garis yang sangat tipis.
Tak heran, berbagai larangan dan pantangan pun melekat kuat dalam tradisi turun-temurun demi menghindari bala, kesialan, hingga gangguan makhluk halus.
Berikut beberapa larangan yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat Jawa, khususnya saat menyambut malam 1 Suro:
Baca Juga: Keutamaan Puasa Sunnah 1 Muharram, Niat, dan Tata Cara Pelaksanaannya
1. Dilarang Keluar Rumah
Banyak orang tua di Jawa mengingatkan anak-anak mereka untuk tidak keluar rumah di malam 1 Suro.
Keyakinan ini lahir dari kepercayaan bahwa malam tersebut menjadi waktu berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki weton tertentu.
Dalam tradisi mistik Jawa, malam ini kerap disebut sebagai waktu beroperasinya para dukun atau pelaku pesugihan yang mencari tumbal untuk kekayaan atau kesaktian.
Tetap berada di dalam rumah dianggap sebagai bentuk perlindungan diri dari marabahaya yang tak kasat mata.
Baca Juga: 4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan
2. Tidak Boleh Berisik atau Bicara
Dalam tradisi Keraton Yogyakarta dan sejumlah wilayah lainnya, masyarakat melaksanakan ritual tapa bisu—berdiam diri tanpa berbicara, makan, minum, bahkan merokok.
Ini bukan sekadar pantangan, melainkan laku spiritual untuk membersihkan batin.
Artikel Terkait
Gunung Rinjani Bukan untuk Pemula: Persiapkan Hal-Hal Ini agar Pendakianmu Aman
Keutamaan Puasa Sunnah 1 Muharram, Niat, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Kapan Tahun Baru Islam 1447 H, Ini Jadwal Puasa dan Makna Spiritual Bulan Muharram
Sisi Lain Pulau Bengkalis, Riau, yang Tidak Hanya Kaya Minyak, Juga Dianugerahi Keindahan Alam Memesona
4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan