Gerakannya Viral Jadi Tren Global, Apa Itu Pacu Jalur Riau?

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 3 Juli 2025 | 18:30 WIB
Mengenal asal usul Pacu Jalur Riau yang jadi tren global (Wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)
Mengenal asal usul Pacu Jalur Riau yang jadi tren global (Wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

Kabar BUMN - Sebuah tradisi lokal dari Riau mendadak mencuri perhatian dunia.

Aksi menawan seorang anak kecil yang menari di ujung perahu dalam lomba Pacu Jalur sukses viral di media sosial.

Tidak hanya membuat netizen Indonesia terpukau, tetapi juga sampai ditiru oleh pesepak bola dunia seperti pemain Paris Saint-Germain.

Baca Juga: Biar Tidak Kesasar, Ini Panduan Membaca Alamat di Jepang

Pacu Jalur: Warisan Budaya yang Punya Sejarah Panjang

Pacu Jalur bukan sekadar atraksi seru, tapi juga warisan budaya yang sudah ada lebih dari satu abad. Tradisi ini berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang dulunya digunakan sebagai sarana transportasi utama di Sungai Batang Kuantan.

Perahu yang digunakan disebut “jalur”, terbuat dari kayu utuh tanpa sambungan dan mampu menampung puluhan orang serta hasil bumi.

Baca Juga: Lulusan SMA/SMK Bisa Kerja di BUMN! DAMRI Buka Lowongan Pengemudi Bus untuk Seluruh Indonesia

Dari Transportasi ke Panggung Perayaan

Seiring waktu, jalur yang dulunya hanya digunakan untuk menyusuri sungai mulai dihias dan dijadikan bagian dari perlombaan.

Tradisi ini awalnya digelar untuk memperingati hari besar keagamaan, namun pada masa penjajahan Belanda, Pacu Jalur diubah menjadi perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina.

Baca Juga: Melipir Sedikit ke Pinggir Tokyo, Ini Daerah Pegunungan untuk Wisata Alam di Jepang

Kini, setelah Indonesia merdeka, Festival Pacu Jalur rutin diselenggarakan sebagai perayaan Hari Kemerdekaan RI dan menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi Riau.

Anak Penari di Ujung Perahu, Bukan Sekadar Hiasan

Salah satu daya tarik Pacu Jalur adalah kehadiran “Anak Coki” atau Tukang Tari di bagian depan jalur.

Baca Juga: Jangan Asal Colok! Ini Batasan Penting Penggunaan Stop Kontak di Kereta Api

Gerakan lincah dan ekspresif anak-anak ini bukan hanya memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi simbol semangat tim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini