Menjelajahi hutan tropis
Salah satu aktivitas menyenangkan di cagar alam ini menjelajahi hutan tropis dengan trekking.
Di dalam hutan terdapat sekitar 21 mamalia. Lima jenis di antaranya termasuk yang dilindungi.
Yaitu owa jawa, lutung budeng, macan tutul, bokol, jelang hitam, dan banteng liar.
Banteng liar termasuk yang sulit ditemukan karena populasinya hanya 96 pada tahun 1994.
Baca Juga: Kafe Bernuansa Ala Jogja Ini Sudah Lama Ada di Garut, Kamu Sudah ke Sini?
Ada yang mengatakan hewan ini sudah punah, namun beberapa waktu lalu ada yang melihatnya.
Sementara floranya antara lain werejit, pohon paalahlar, pohon meranti, dan pohon kaboa yang dianggap sakral.
Masyarakat Sancang percaya pohon ini berasal dari tongkat terakhir Prabu Siliwangi.
Ia menancapkannya sebelum berubah wujud jadi macan putih dan menghilang di tengah hutan Leuweung Sancang.
Baca Juga: Gunung Sagara, Pesona Tersembunyi Garut yang Kian Dilirik Para Pendaki
Pantai Sancang
Kawasan cagar alam ini juga punya pantai cantik, Pantai Sancang.
Untuk masuk ke pantai satu-satunya jalan hanya dengan menembus hutan.
Pantai pasir putih ditumbuhi banyak pohon kaboa.
Selain main di pinggir pantai, bisa menyewa perahu sampai ke tengah laut atau snorkeling.
Baca Juga: Pantai-pantai Indah di Selatan Garut, Ombaknya Besar Karena Menghadap Langsung Samudra Hindia
Artikel Terkait
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu di Bandara Incheon, Seoul
Cuma Rp75.000 Bisa Masuk Festival Balon Udara di Sleman Yogyakarta, Dapat Voucher Jajan Juga!
4 Tempat Wisata di Kawasan Gunung Merapi yang Berudara Segar dan Mampu Menyegarkan Jiwa Raga
Jelajah Kuliner di Pasar Santa, Jakarta, Pilihannya Beragam Tidak Membosankan
Tempat-tempat Wisata di Wonogiri yang Bikin Liburan Sekolah Semakin Seru
Ragam Kuliner Indonesia yang Dipengaruhi Kekayaan Rasa Kuliner Arab