Pada masa itu danau di Ranu Darungan dimiliki Belanda dan jadi kawasan pelestarian anggrek liar.
Di dekat danau bahkan tersisa pondok tua bekas peninggalan Belanda yang masih berdiri tegak.
Baca Juga: Tidak Selalu Pedas, Makanan Padang Pun Banyak yang Rasanya Manis
Saat ini Ranu Darungan menjadi balai konservasi Kelompok Tani Konservasi Rano Linggo Rekisi.
Semua anggrek di sini bukan hasil budidaya melainkan tumbuh liar.
Paling tidak ada sekitar 198 jenis anggrek yang tumbuh di Ranu Darungan.
Beberapa di antaranya Appendicula sp, Eria monostachya, Calanthe triplicata dan masih banyak lagi.
Baca Juga: 5 Bandara Terkecil di Indonesia, Ada yang Hanya Menampung 40 Orang Saja
Menonton burung terbang
Ranu Darungan juga menjadi tempat tinggal sekitar 197 burung, 42 di antaranya jenis endemik.
Beberapa burung yang bisa ditemui antara lain elang jawa, paok pancawarna.
Kemudin puyuh gonggong jawa, tepus leher putih, dan meningting besar.
Tersedia ruang pengamatan burung yang sengaja dibuat tersembunyi agar tidak membuat burung-burung takut.***
Artikel Terkait
Pesona Air Terjun Tumpak Sewu di Lereng Gunung Semeru dan Harga Tiketnya
4 Tempat Indah yang Bisa Didapati Sebelum Menuju Puncak Gunung Semeru, Pesonanya Langsung Menghilangkan Lelah dan Penat
Membuang Penat di Putih dan Birunya Air Terjun Kapas Biru, di Kaki Gunung Semeru
Wisata Sarkawi Sumber Urip, Tempat Healing di Kaki Gunung Semeru yang Tawarkan Suasana Magis ala Ghibli
Naik Gunung Semeru Bisa Tanpa Pemandu Loh, Ini Syarat Penting yang Harus Kamu Pahami
Menikmati Keindahan Gunung Semeru dari Panorama Kapas Biru, Spot Foto Paling Hits di Lumajang dengan Pemandangan Menakjubkan