3. Dawet ayu
Dawet ayu sekilas mirip cendol. Bedanya, bahan utama dawet ayu adalah tepung beras.
Tetapi seperti cendol, air dawet ayu sama-sama terbuat santan dan gula merah.
Dawet ayu pertama kali muncul sekitar tahun 1980-an.
Konon dinamakan dawet ayu karena dulu salah satu penjual dawet terkenal cantik atau ayu.
Baca Juga: Sumber Umbulan, Oase Tersembunyi di Malang dengan Air Sebening Kristal dan Suasana Super Asri
4. Jenang salak
Jenang ini terbuat dari tepung beras ketan, gula merah, dan salak pondok.
Tekstur jenang salak sangat kenyal dan legit, seperti kebanyakan jenang atau dodol lainnya.
Bedanya jenang khas Banjarnegara ini dari jenang lain tentu saja adanya rasa salak.
Jenang salak mudah ditemukan diberbagai toko oleh-oleh di Banjarnegara.
Baca Juga: Bersantai Sejenak di Pantai Bercak, Surga Tersembunyi di Pacitan yang Punya Suasana Tenang
5. Combro kalipatet
Tidak hanya Jawa Barat, Banjarnegara juga punya combro, namanya combro kalipatet.
Dinamakan demikian karena ini hasil kreasi dari desa Kalipatet.
Seperti combro lain, bahan dasarnya singkong yang diparut dan dibentuk bulat atau semi lonjong.
Pembedanya di isian. Combro kalipatet diisi oncom dan tempe yang dimasak dengan bumbu pedas.***
Artikel Terkait
Kuliner Flores Timur yang Masih Sangat Sedikit Diketahui Orang di Luar Daerah Tersebut
Uniknya Kuliner Cikarang, Kombinasi Cita Rasa Jawa Barat dan Betawi
5 Kuliner Pedas Khas Lombok, Ayam Taliwang Masih Kalah Pedas dari Lainnya
Kuliner Khas Balikpapan yang Menonjolkan Kekayaan Boga Baharinya, Kelezatannya Tak Terbantahkan
5 Kuliner Khas Kepulauan Anambas, Mie Tarempa dan Luti Gendang yang Paling Populer