Savana Sadengan, Miniatur Afrika di Ujung Timur Jawa yang Jadi Habitat Flora-Fauna Langka

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 09:45 WIB
Flora dan Fauna yang hidup di Savana Sadengan, padang rumput di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi mirip di Afrika. (Instagram/@a_naturewalker)
Flora dan Fauna yang hidup di Savana Sadengan, padang rumput di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi mirip di Afrika. (Instagram/@a_naturewalker)

Kabar BUMN – Tak perlu jauh-jauh ke benua Afrika untuk merasakan sensasi menjelajah padang savana liar.

Di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, berdiri sebuah padang rumput eksotis bernama Savana Sadengan yang sering dijuluki sebagai “miniatur Afrika”.

Julukan ini bukan tanpa alasan—hamparan rumput luas yang menjadi habitat berbagai satwa liar dan flora langka menjadikan Savana Sadengan sebagai surga alam yang tak kalah megah dari savana-savana di Afrika.

Baca Juga: Menjelajah Surga Tersembunyi Banyuwangi: Pesona Unik Teluk Hijau, Pantai dengan Air Laut Berwarna Zamrud

Mengutip dari laman resmi geopark-ijen.jatimprov.go.id, Savana Sadengan adalah padang rumput buatan seluas 84 hektar yang berfungsi sebagai feeding ground atau area penggembalaan bagi mamalia besar yang hidup di Taman Nasional Alas Purwo.

Kawasan ini menjadi bagian penting dalam konservasi ekosistem Alas Purwo yang terkenal sebagai rumah berbagai spesies flora dan fauna eksotis.

Rumah bagi Flora Langka dan Tanaman Obat

Baca Juga: Telaga Tersembunyi nan Sejuk di Banjaran Bandung, 'Situ Cimeuhmal' Masuknya Gratis!

Sebagian besar lahan Savana Sadengan, yakni sekitar 24,87 hektar, ditumbuhi rumput lamuran (Dichantium caricosum) dan merakan (Heteropogon contortus) yang menjadi sumber pakan utama bagi hewan-hewan penghuni savana.

Tak hanya itu, kawasan ini juga ditumbuhi tanaman obat-obatan alami, seperti Piper sarmentosum, Merremia mammosa, Tabernaemontana macrocarpa, pule (Alstonia macrophylla), Harrisonia perforata, dan Urena lobata.

Sementara itu, sejumlah tanaman invasif seperti Kirinyuh (Chromolaena odorata), enceng-enceng, dan kembang telek-telekan turut tumbuh di sebagian area savana, berdampingan dengan aneka pepohonan besar seperti ketangi, bendo, daun kupu-kupu, Ficus septica, dan Hibiscus tiliaceus.

Baca Juga: Banyak Dibawa untuk Oleh-Oleh, Ini Merk Mie Instan di Jepang yang Paling Lezat dan Populer

Surga Satwa Liar yang Langka dan Terancam Punah

Tak hanya kaya akan flora, kehidupan satwa liar di Savana Sadengan juga menjadi daya tarik utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: geopark-ijen.jatimprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini