Suasananya semakin terasa istimewa dengan iringan suara debur ombak dan kicauan burung hutan dari perbukitan di belakangnya.
Bagi sebagian orang, sebutan “pantai terlarang” mungkin menambah daya tariknya.
Baca Juga: Tanpa Tiket Fisik, KAI Hemat Rp239 Juta Berkat Face Recognition
Bukan berarti ada larangan resmi yang mengikat, tetapi kondisi akses yang berat dan lokasi yang belum dibuka sebagai destinasi wisata umum membuatnya seolah menjadi rahasia kecil masyarakat setempat.
Pesonanya tetap memanggil rasa penasaran, namun kehadiran siapa pun di sana harus dibarengi kesadaran untuk menjaga kelestarian dan menghormati ruang alami yang masih perawan ini.***
Artikel Terkait
Melipir Wisata ke Malang Selatan, Ada Pantai Waru Waru yang Menawarkan Keindahan Memukau
Menjelajah Surga Tersembunyi Banyuwangi: Pesona Unik Teluk Hijau, Pantai dengan Air Laut Berwarna Zamrud
Rayakan HUT ke-64, Truntum Kuta Bali Gelar “KulineRun” Seru di Pesisir Pantai Kuta
Senaya Beach, Pantai Instagramable di Lampung Selatan yang Lagi Naik Daun
3 Pantai di Singkawang, Tempat Sempurna Menyaksikan Matahari Terbenam