Padang Savana Pangonan, Datang Kapan Pun Akan Disambut Keindahan Hanya Berbeda-beda Saja Panoramanya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Savana Pangonan (Instagram/@diengexperience)
Savana Pangonan (Instagram/@diengexperience)

Aturan lainnya, dilarang membuang sampah secara sembarangan.

Baca Juga: Napak Tilas ke Penjara yang Pernah Jadi Tempat Penahanan Pahlawan Nasional

Di masa kemarau, semua hamparan rumput padang savana Pangonan menjadi beku dan tertutup tetesan es. (Pexels/Nadine Wuchenauer)

Menikmati embun upas
Datang kapan saja, Padang Savana Pangonan menyuguhkan pemandangan memesona.

Di musim kemarau, hamparan rumputnya berubah menjadi warna cokelat kemerahan yang aestetik.

Sedikit mengingatkan pada padang savana di Sumba.

Baca Juga: Petualangan Seru di Museum dan Kampung Seni Borobudur, Nggak Cuma Lihat Artefak!

Sementara di musim penghujan, di antara rerumputan, bunga-bunga bermekaran dan tampak indah.

Karena posisinya di kaki gunung, udaranya juga dingin, bahkan ikut mengalami fenomena embun upas.

Semua hamparan rumputnya menjadi beku dan tertutup tetesan es.

Baca Juga: Perhatikan! Ini Jenis Pakaian yang Tidak Disarankan dalam Penerbangan

Pada saat tersebut banyak pelancong yang sengaja datang untuk mengabadikan keindahannya.

Biasanya mereka yang ingin menikmati embun upas akan kamping di sini. Tersedia areal kamping juga di sini.

Selain itu, Padang Savana Pangonan dekat ke beberapa lokasi wisata lainnya, seperti Kawah Sikidang.

Juga Telaga Warna yang berjarak sekitar 800 meter atau sekitar 15 menit berjalan kaki.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini