Kabar BUMN - Kembali terjadi kematian pendaki akibat hipotermia. Terbaru di Gunung Lawu, pada Sabtu (16/8/2025).
Hipotermia di gunung bukan sesuatu yang aneh karena potensi terjadinya besar.
Tetapi tidak berarti hipotermia tidak bisa disiasati atau diatasi.
Ini beberapa peralatan yang harus dibawa untuk mencegah terjadinya hipotermia.
Baca Juga: Mendaki Gunung Boleh Seru, Asal Tetap Aman: Ini Tipsnya untuk Pendaki Pemula
1. Jaket tebal
Berada di ketinggian, udara di gunung selalu lebih dingin dibandingkan udara di bawah.
Meskipun sudah biasa dengan udara dingin, tetap bawa jaket tebal.
Pilih jaket yang model dobel dimana bagian luarnya waterproof dan dalamnya berupa kain tebal hangat.
Ini sangat berguna ketika di sore hari atau saat semakin mendaki ke puncak.
Baca Juga: Sistem Pelacakan Pendaki Berbasis Aplikasi Mulai Diterapkan di Gunung Rinjani Akhir Agustus
2. Gunakan baju berlapis
Kenakan baju berlapis, terutama bila menginap dan udara di gunung tersebut terkenal dingin.
Penggunaan baju berlapis membuat lebih praktis kalau ingin dibuka dan dilepas sesuai suhu udara.
Lapisan pertama, kaos model dry-quick agar tidak kebasahan keringat atau kedinginan saat kena air.
Lapisan kedua bisa kemeja flanel atau sweater. Dan terakhir jaket tebal waterproof dan hangat.
Baca Juga: 7 Langkah Krusial untuk Menolong Orang yang Mengalami Hipotermia Saat Mendaki
Artikel Terkait
Anugerah yang Muncul Selepas Musibah, Ini Kawah Hasil Letusan Gunung Berapi yang Lokasinya di Pulau Jawa
Tidak Semua Orang Boleh Mendaki Rinjani, Ini Dia Aturan Baru Pendakian Gunung Rinjani 2025!
Hindari Mendaki Gunung-gunung Ini di Peringatan 17 Agustus, Terlarang Bagi Siapa Pun
5 Gunung di Dunia yang Masuk ke Dalam Daftar Dilarang Didaki
Ingin Muncak? Kenali Tingkat Kesulitan Jalur Pendakian Gunung, Kemenhut Rilis Sistem Grading Baru
Wisata Deles Indah, Klaten, Pemandangan Memukau di Kaki Gunung Merapi