Kopi Lelet, Tradisi Minum Kopi Dibarengi Kebiasaan Merokok yang Unik di Lasem, Jawa Tengah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Ampas kopi sedang dipakai untuk membatik rokok atau biasa disebut nglelet dalam tradisi kopi lelet di Lasem, Jawa Tengah. (usemayjourney.wordpress.com)
Ampas kopi sedang dipakai untuk membatik rokok atau biasa disebut nglelet dalam tradisi kopi lelet di Lasem, Jawa Tengah. (usemayjourney.wordpress.com)

Kabar BUMN - Di antara beragam cara menyajikan kopi, masyarakat Lasem tampil unik dengan metode kopi lelet.

Tradisi kopi lelet dibawa pekerja galangan kapal milik Belanda di Pelabuhan Rembang tahun 1930-an.

Di masa itu, selama minum kopi di sekitar pelabuhan, kelompok pekerja itu tidak henti merokok.

Baca Juga: Menginap di Atas Bukit Bali Timur, Bangun Tidur Disuguhi Laut dan Gunung

Agar rokoknya lebih awet, mereka mengoleskan batang rokoknya dengan ampas kopi.

Caranya, kopi diminum dulu setengahnya. Ampasnya lalu dituangkan pada piring kecil.

Setelah itu baru dioleskan pada batang rokok. Teknik ini dinamakan dulit.

Kebiasaan ini menyebar luas, sampai warung yang di sana dinamakan warung kopi sedulit.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Laut Selatan dari Tebing di Pantai Ngungap, Gunungkidul

Pindah ke Lasem
Pada zaman Jepang, galangan kapal dibakar dan pemiliknya pindah dari Rembang.

Kehilangan pelanggan, salah satu pemilik warung, Mbah Toybib, pindah berjualan ke Lasem, Jawa Tengah.

Warung ini masih terus menjajakan konsep kopi sedulit dengan sedikit perubahan.

Baca Juga: Ciamis Tersembunyi, Kolam Hijau di Kaki Gunung Sawal Siap Menyegarkan

Bila dulu hanya dengan tangan, di warungnya, ampas dioleskan dengan sendok, benang, atau lidi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini