Proses ini untuk mengurangi kadar air dari tanah liat sehingga tidak mudah retak saat dibakar.
Setelah kering baru dibakar pada tungku dengan suhu tinggi selama beberapa jam.
Terakhir, gerabah dihias dengan beragam motif atau diberi warna.
Baca Juga: Ini Konter Penjual Paling Tua di Hawker Centre di Singapura, Ada yang Berumur Lebih dari 90 Tahun
Peralatan rumah tangga
Sebagian besar gerabah produksi Desa Wisata Gerabah Kasongan berupa peralatan dan perhiasan rumah.
Guci salah satu produk gerabah yang paling sering diburu pecinta gerabah.
Ukuran guci beragam, dari yang seukuran tangan sampai setinggi orang orang dewasa.
Untuk finishingnya, perajin di Desa Wisata Gerabah Kasongan menggunakan finishing alami.
Baca Juga: Liburan Asri di Taman Aglaonema Sleman, Spot Hits di Kaki Merapi
Untuk model guci kebanyakan disesuaikan zaman.
Ada yang tradisional tapi banyak juga yang modern dengan finishing mozaik atau ditambah aksen unik.
Selain itu, perajin juga membuat gerabah untuk wuwung atau hiasan genteng tradisional untuk rumah joglo.
Tren rumah joglo yang tidak pernah henti membuat perajin gerabah juga tidak pernah kehabisan pembeli.
Baca Juga: Kopi Lelet, Tradisi Minum Kopi Dibarengi Kebiasaan Merokok yang Unik di Lasem, Jawa Tengah
Artikel Terkait
Taman Wisata Batu Kapal, Hadirkan Pesona Hutan Bambu di Antara Dua Batu Raksasa di Tepi Sungai Opak, Bantul
Desa Wisata Wukirsari, Desa Kaya Kesenian dan Budaya di Bantul yang Mendapat Penghargaaan The Best Tourism Village 2024
Sehari Penuh di Bantul, Simak Contoh Itinerary Liburan 1 Hari di Pesisir Selatan Yogyakarta Ini
Saat Bantul Diselimuti Kabut, Ini Spot Terbaik untuk Menyaksikan Keindahannya
Embung Imogiri, Bendungan Unik Berbentuk Gunungan Wayang yang Jadi Destinasi Wisata Andalan di Bantul