Kabar BUMN - Galeri Nasional Indonesia menghadirkan pameran bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro”, sebuah ruang interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri peristiwa besar di masa lalu.
Dengan menghadirkan karya seni klasik hingga kontemporer, pameran ini dikemas dengan sentuhan teknologi sehingga menciptakan pengalaman historis yang estetik sekaligus imersif.
Pameran NYALA ini berlangsung dari 22 Juli hingga 15 September 2025, dalam rangka menyambut 80 tahun Kemerdekaan RI serta memperingati dua abad pecahnya Perang Diponegoro (1825–1830).
Baca Juga: Tips Memilih Penginapan yang Nyaman dan Sesuai Anggaran
Tema NYALA dipilih untuk menyalakan kembali ingatan akan keberanian, semangat juang, dan keteguhan hati sang pahlawan dalam melawan kolonialisme.
Lebih dari 33 karya dari 26 perupa tanah air dipamerkan, mulai dari lukisan, instalasi, patung, sketsa, hingga karya berbasis teknologi seperti augmented reality, video, dan seni imersif.
Tak hanya itu, sejumlah arsip bersejarah, naskah, koin, serta buku terkait Perang Diponegoro juga dipamerkan.
Baca Juga: Meningkat 13% Dibanding Tahun Lalu, KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail Capai 163 Ribu Ton
Salah satu karya paling ikonik adalah lukisan legendaris “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh, yang menjadi koleksi istana kepresidenan.
Selain itu, karya dari seniman besar seperti Basoeki Abdullah, Ugo Untoro, Irene Agrivina, hingga Jompet Kuswidananto juga turut dipamerkan.
Kurator pameran menekankan bahwa tema NYALA bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai perjuangan Diponegoro agar tetap relevan untuk generasi sekarang.
Baca Juga: 4 Restoran Milik Chef Terkenal Indonesia, Hadirkan Cita Rasa Nusantara sampai Internasional
Perang Diponegoro dikenal sebagai salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia yang melibatkan ratusan ribu rakyat melawan kolonial Belanda selama lima tahun.
Dengan menghadirkan seni lintas generasi, pameran ini menjadi wujud komitmen untuk merawat memori kolektif bangsa serta menjadikannya sumber inspirasi dalam menjaga semangat kebangsaan.
Artikel Terkait
Masih Berlangsung! Ayo Kunjungi Pameran Foto PFI Sing Penting Madhang di Yogyakarta: Mengangkat Perjuangan Hidup Lewat Lensa
Meriahkan Akhir Pekanmu di Pameran Flora dan Fauna 2025, Gratis dan Penuh Edukasi!
Pelukis Jerman Bawa Finger Painting Borobudur ke Pameran Jakarta-Berlin
Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng: Gratis Masuk, Seru untuk Liburan Kota
Perkuat UMKM, Mitra Binaan TASPEN Ikut Pameran Batik Nasional