Karya ini memiliki perbedaan mencolok dengan versi Nicolas Pieneman dari Belanda. Jika lukisan Pieneman menggambarkan sosok Diponegoro pasrah, Raden Saleh justru menampilkan ekspresi tegas dan penuh perlawanan.
Detail batik, ekspresi tokoh, hingga proporsi visual juga dilukis dengan sangat kritis.
Baca Juga: Dua Senin Lagi, Kesempatan Masuk Zona Utama Candi Prambanan Masih Terbuka
Lokasi dan Fasilitas Pameran
Galeri Nasional Indonesia berada di Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 14, Gambir, Jakarta Pusat. Setiap ruangan pameran telah dilengkapi pemandu yang siap menjelaskan karya seni yang dipamerkan.
Jadi, kamu bisa memahami makna di balik setiap benda yang ditampilkan tanpa bingung. Selain itu, pameran ini hanya berlangsung hingga 15 September 2025, sehingga jangan sampai kelewatan kesempatan langka untuk menyaksikan langsung karya sejarah bangsa ini.
Baca Juga: Turis Malaysia Ceritakan Pengalaman Naik Whoosh, Puji Nyaman dan Tepat Waktu
Momen Langka yang Sayang Dilewatkan
Karena biasanya tersimpan rapat di Istana Kepresidenan, kesempatan untuk melihat langsung lukisan asli Raden Saleh ini tergolong sangat jarang.
Pameran NYALA bukan hanya sekadar menghadirkan karya seni, tetapi juga mengajak masyarakat menelusuri jejak sejarah perjuangan bangsa melalui sudut pandang seni rupa. Jadi, selain jalan-jalan, kamu juga bisa sekaligus belajar dan memperkaya wawasan sejarah Indonesia. ***
Artikel Terkait
Pelukis Jerman Bawa Finger Painting Borobudur ke Pameran Jakarta-Berlin
Pameran Flona 2025 di Lapangan Banteng: Gratis Masuk, Seru untuk Liburan Kota
Perkuat UMKM, Mitra Binaan TASPEN Ikut Pameran Batik Nasional
200 Tahun Perang Diponegoro, Pameran NYALA Dibuka di Galeri Nasional Indonesia hingga 15 September
Pameran NYALA di Galnas Gratis! Tiket Masuk Minggu Terakhir untuk Pelajar, Disabilitas & KIP/KJP