NASA merilis peta jalur gerhana yang menunjukkan wilayah observasi, sementara BMKG menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa diamati dari Indonesia.
Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak perlu menunggu momen ini karena memang tidak akan tampak di langit Nusantara.
Baca Juga: Bank Mandiri Perluas Layanan Wealth Management lewat Mandiri Private Office Surabaya
Jangan Lihat dengan Mata Telanjang
Bagi kamu yang berada di wilayah yang berkesempatan menyaksikan fenomena ini, tetap penting untuk memperhatikan aspek keamanan. Melihat langsung ke arah matahari tanpa pelindung bisa membahayakan mata.
Oleh karena itu, kacamata khusus gerhana atau solar viewer sangat dianjurkan untuk digunakan saat mengamati proses gerhana matahari sebagian.
Baca Juga: Magang 6 Bulan di PT Semen Gresik, Pelatihan dan Cuti
Mengapa Peristiwa Ini Menarik?
Meski tidak sepopuler gerhana total, gerhana matahari sebagian tetap menarik karena menunjukkan keteraturan alam semesta. Momen ketika bulan “menggigit” sebagian matahari memberi kesan unik bagi siapa saja yang beruntung bisa menyaksikannya.
Tak heran jika banyak astronom amatir maupun penggemar fenomena langit menantikan peristiwa seperti ini. ***
Artikel Terkait
Bukan Hanya Indonesia, Inilah Deretan Negara yang Juga Merdeka di Bulan Agustus
Kesempatan Langka, Ikuti Nobar Gerhana Bulan Total Gratis di Planetarium Jakarta, Gimana Caranya?
4 Restoran dengan Suasana Hijau di Jakarta, Oase Menenangkan di Tengah Kesibukan Kota Metropolitan
Sound Healing Bakal Hadir Bulan Depan, Saatnya Detoks Stres di Borobudur Bareng Singing Bowl
Gang-gang Sempit di Jakarta yang Sudah Lama Terkenal Sebagai Surganya Kuliner