Danau Tondano: Keindahan Alam Minahasa yang Terselip Legenda Cinta dan Kutukan Alam

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Temukan pesona Danau Tondano di Minahasa, Sulawesi Utara—tempat indah yang menyimpan legenda cinta, sumpah, dan kutukan alam yang melegenda.
Temukan pesona Danau Tondano di Minahasa, Sulawesi Utara—tempat indah yang menyimpan legenda cinta, sumpah, dan kutukan alam yang melegenda.

Kabar BUMN - Sulawesi Utara memang terkenal dengan panorama lautnya yang memesona.

Namun, keajaiban alamnya tak berhenti di pantai saja.

Di balik perbukitan hijau dan udara sejuk Minahasa, tersimpan kisah legendaris tentang cinta, sumpah, dan kutukan yang membentuk salah satu danau paling indah di daerah itu, Danau Tondano.

Baca Juga: Camilan Bengkulu, Kekhasannya di Rasa, Tekstur, dan Bentuknya yang Unik

Pesona Alam yang Jadi Kebanggaan Minahasa

Danau Tondano menjadi destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi saat berada di Sulawesi Utara. Berjarak sekitar 42 kilometer dari Kota Manado, danau ini bisa dicapai dalam waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan.

Dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan, panorama yang ditawarkan sungguh memanjakan mata. Tak hanya itu, Danau Tondano juga memiliki peran vital sebagai sumber air dan bahan baku pembangkit listrik di wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Hingga September, KAI Services Serap 26.702 Tenaga Kerja

Awal Mula Legenda Dua Pemimpin

Legenda Danau Tondano bermula dari kisah dua pemimpin besar atau Tonaas yang menguasai wilayah utara dan selatan.

Keduanya sering berselisih karena ambisi dan kehormatan. Tonaas Utara memiliki anak perempuan bernama Marimbaouw, sementara Tonaas Selatan memiliki anak laki-laki bernama Maharimbouw.

Demi memenuhi harapan ayahnya, Marimbaouw menyamar sebagai laki-laki dan bersumpah tidak akan menikah agar bisa meneruskan tahta keluarga.

Baca Juga: Bio Farma Kembali Ukir Prestasi, Raih Primaniyarta Lifetime Achievement sebagai Pengakuan Kontribusi Global

Pertemuan Tak Terduga

Nasib mempertemukan keduanya di tengah hutan ketika Marimbaouw tersesat saat berburu. Maharimbouw yang mengira dirinya musuh, akhirnya menyadari bahwa orang yang ditangkapnya adalah perempuan.

Dari sanalah benih cinta tumbuh di antara dua insan dari keluarga yang berseteru. Walau mereka tahu hubungan itu dilarang, cinta tetap menemukan jalannya.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, meski melanggar sumpah Marimbaouw sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini