Kabar BUMN - Di tengah kesibukan dan modernitas Kota Malang yang terus tumbuh, ada satu tempat yang masih menjaga napas masa lalu dengan tenang, yaitu Petirtaan Watugede.
Lebih dikenal sebagai Petirtaan Ken Dedes, situs ini seolah menjadi ruang jeda dari hiruk pikuk kota, menghadirkan kesejukan yang berpadu dengan kisah sejarah yang begitu kental.
Air di petirtaan ini jernih dan dingin, mengalir lembut di antara bebatuan kuno yang telah berdiri berabad-abad lamanya.
Baca Juga: Ketika Bukit Bertemu Laut: Pesona Tenang Pantai Karang Bolong Kebumen
Warga sekitar meyakini, sumber airnya tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau.
Tak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merasakan suasana spiritual yang seolah masih menyelimuti kawasan ini.
Petirtaan Watugede dipercaya berdiri sejak abad ke-13, masa kejayaan Kerajaan Singhasari.
Baca Juga: Pelita Air Buka Kesempatan Eksklusif: Terbang Gratis Premium Class untuk Kreator Terpilih
Tempat ini dahulu menjadi area khusus bagi para putri raja untuk membersihkan diri, termasuk sosok legendaris Ken Dedes, perempuan bijak yang kelak melahirkan garis keturunan besar di Nusantara.
Kisah tentang kecantikannya yang bercahaya konon menjadi simbol kesucian dan kebesaran hati.
Kini, rimbunnya pepohonan di sekitar petirtaan memberi suasana teduh dan damai.
Baca Juga: Waktu Hampir Habis! BTN Buka Lowongan Treasury Market Research untuk Profesional Berpengalaman
Beberapa bagian situs masih terawat dengan baik, ada sumur kuno, arca berbentuk manusia berkepala kera, hingga palinggih yang masih digunakan umat Hindu untuk bersembahyang.
Artikel Terkait
Segarnya Berenang di Umbul Udal-Udalan, Satu-satunya Kolam di Karanganyar yang Airnya Bersumber dari Mata Air Alami
Menapaki Sejarah di Kolam Pemandian Ratu Boko, Tempat Bangsawan Menyucikan Diri
Kolam Terapi Belerang Papandayan, Spa Alami di Tengah Gunung
Sensasi Liburan Ganda di Pantai Pandan Kuning: Main Air di Laut dan Kolam Sekaligus!
Menyegarkan Diri di Umbul Kroman, Kolam Alami di Klaten yang Tiket Masuknya Masih Gratis