Tiga Ratus Tahun dan Masih Berdiri Kokoh, Ini Pura Meru, Warisan Kerajaan Karangasem di Lombok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Pura Meru memiliki tiga menara yang mewakili tri murti Hindu, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. (indonesiakaya.com)
Pura Meru memiliki tiga menara yang mewakili tri murti Hindu, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa. (indonesiakaya.com)

Kabar BUMN - Di antara sejumlah pura di Lombok, Pura Meru satu yang tertua dan terbesar.

Pembangunan Pura Meru dan sejumlah pura lain di Lombok seiring masuknya pedatang dari Bali di abad 17-18.

Adapun Pura Meru dibangun I Gusti Anglurah Made Karangasem pada tahun 1720.

Ia wakil dari Kerajaan Karangsem, Bali, yang tinggal di Pulau Lombok.

Baca Juga: Kali Odo, Tempat Ciblon di Kabupaten Semarang dengan Air Sebening Kristal dari 7 Sumber Mata Air Alami

Di abad tersebut Kerajaaan Karangasem menguasai dan menaungi kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Mataram, Lombok.

Pembangunan pura selain tempat ibadah juga bukti kekuasaan Kerajaan Karangasem tersebut.

Pembangunan pura didedikasi pada Dewa Brahma, Shiwa, dan Wisnu, tiga dewa utama umat Hindu.

Baca Juga: Rekomendasi Kafe dengan Konsep Roastery Slow Bar, Pengalaman Minum Kopi yang Lebih Personal

Pemujaan pada Gunung Semeru
Nama Meru diambil dari Gunung Semeru di Jawa Timur.

Para raja di Kerajaan Karangasem, yang bergelar Anak Agung, ini masih punya garis keturunan Kerajaan Singosari di Jawa Timur.

Bagi keturunan Singosari, Gunung Semeru adalah gunung yang dianggap suci para leluhurnya.

Baca Juga: Fakta Menarik Slow Bar, Tren Baru Menghidangkan Segelas Kopi dengan Konsep Lebih Lambat dan Personal

Atap Pura Meru berjumlah 11 lapisan yang didedikasikan bagi Dewa Parama Siwa. (labirutour.com)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini