Kabar BUMN - Berada di jalur wisata legendaris Ambarawa, Stasiun Jambu kembali mencuri perhatian dengan perhelatan budaya yang sarat makna.
Bukan perjalanan kereta wisata yang menjadi pusat sorotan kali ini, melainkan ritual tradisional yang menegaskan kembali hubungan manusia dengan alam, Panen Raya Padi Organik “Dewi Sri Sadana.”
Acara ini menjadi ungkapan syukur atas hasil bumi sekaligus penghormatan kepada Dewi Sri, simbol kesuburan dan kemakmuran dalam budaya agraris Jawa.
Baca Juga: Pelita Air Tantang Penumpang Bikin Konten Kreatif, Hadiahnya Jalan-Jalan ke Luar Negeri!
Di balik nuansa spiritualnya, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang pelestarian alam dan praktik pertanian berkelanjutan di tengah arus modernisasi.
Rangkaian kegiatan dimulai hari ini, 1 November 2025, di Balai Desa Jambu, dengan penyuluhan tentang pengolahan lahan padi organik yang dibawakan oleh tim dari Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Sementara itu, besok, 2 November 2025, kemeriahan akan berlanjut di Stasiun Jambu melalui ritual Mapag Sri Sadana Panen Raya Padi Organik.
Upacara ini akan dipimpin oleh Romo Prasetyo dari Yogyakarta dan diiringi dengan tari Puja Dewi Sri yang sakral, menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus memikat.
Lebih dari sekadar seremoni adat, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi publik tentang green economy dan manfaat pertanian organik bagi keberlanjutan lingkungan.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana kearifan lokal berpadu harmonis dengan semangat modern untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Baca Juga: 6 Kesalahan Umum yang Sering Dialami Pendaki Pemula, Simak Cara Menghindarinya
Bagi wisatawan yang tengah menjelajahi kawasan Ambarawa, perayaan ini bisa menjadi pengalaman langka — melihat prosesi panen tradisional berpadu dengan keindahan alam, nilai spiritual, dan keramahan masyarakat desa.
Suasana hamparan sawah hijau, aroma padi yang baru dipanen, serta irama gamelan yang mengalun lembut akan menghadirkan sensasi yang menenangkan sekaligus mengesankan.***
Artikel Terkait
Lampung Siap Punya Ikon Baru, Amphitheater BHC Jadi Pusat Wisata Budaya
ITDC Kembali Gelar The Nusa Dua Festival 2025, Hadirkan Beauty Harmony Seni, Budaya, dan Pariwisata Berkelas Dunia
Wujud Kepedulian Budaya, PT Timah Bantu Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering di Bangka Barat
4 Festival Budaya di Indonesia, Melestarikan Budaya dan Tradisi Lama
PHE Jadikan Cost Optimization Sebagai Budaya Kerja, Program Optimus Sukses Hemat US$699 Juta