Kabar BUMN - Masjid Raya Syeikh Zayed Solo kini menjadi magnet baru bagi warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menawarkan pengalaman berkunjung yang menenangkan dengan arsitektur megah dan fasilitas lengkap.
Berlokasi di kawasan strategis Kota Bengawan, masjid ini kerap menjadi pilihan kunjungan bersama keluarga. Suasananya yang luas, tertata, dan bersih membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati keindahannya.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Road Trip Pakai Kendaraan Listrik
Lokasi Strategis dan Latar Pembangunan Masjid
Masjid Raya Syeikh Zayed Solo berdiri di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Nusukan.
Area ini dulunya merupakan lahan bekas Depo Pertamina yang kini disulap menjadi pusat kegiatan keagamaan dan wisata religi. Keberadaan masjid di jalur utama kota membuatnya mudah diakses dari berbagai penjuru Solo.
Bangunan masjid ini terinspirasi dari Masjid Syeikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Meski ukurannya sekitar seperempat dari bangunan aslinya, kemegahan dan detail arsitekturnya tetap terasa kuat dan memukau.
Baca Juga: Lulusan SMA/SMK Berpeluang Gabung PT MUM sebagai Resepsionis, Penempatan Kerja Hanya di Kota Ini
Keunikan Arsitektur Bernuansa Timur Tengah dan Lokal
Salah satu daya tarik utama masjid ini terletak pada desain arsitekturnya. Kubah utama menjulang hingga sekitar 65 meter, didampingi empat menara setinggi kurang lebih 75 meter yang terlihat megah dari kejauhan.
Lantai marmer di area halaman memberikan sensasi sejuk saat dipijak, cocok untuk berjalan santai sambil menikmati suasana.
Menariknya, unsur budaya lokal juga dihadirkan melalui motif batik kawung di beberapa selasar. Interior ruang salat memadukan ornamen khas Timur Tengah dengan warna biru dan sogan khas Solo, menciptakan harmoni visual yang elegan sekaligus bermakna.
Baca Juga: Pesona Curug Omas, Air Terjun Hijau di Kawasan Tahura Djuanda
Alur Kunjungan yang Nyaman dan Tertib
Pengunjung umumnya disarankan datang pada pagi atau siang hari agar bisa menikmati suasana dengan lebih leluasa.
Akses masuk diarahkan melalui pintu timur dengan sistem pemeriksaan keamanan yang tertib. Barang bawaan akan diperiksa menggunakan mesin pemindai, dan setiap pengunjung wajib melepas alas kaki sebelum memasuki area masjid.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Rekomendasi Kuliner Dekat Keraton Solo untuk Santap Siang Nikmat
Tempat Makan Soto Legendaris di Solo, Ada yang umurnya Lebih dari 90 Tahun
Loker Terbaru PT GDPS, Tersedia Posisi untuk Lulusan SMA Sederajat di PT Garuda Indonesia Solo
Lowongan Terbaru GDPS: Posisi Ground Handling Control Dibuka untuk Penempatan Solo
Dari Solo ke Wonogiri, KA Lokal Batara Kresna Hadirkan Perjalanan Santai Bertarif Terjangkau