4. Travel Serba Canggih dengan AI dan Teknologi
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk merencanakan perjalanan, merancang rute dan melakukan pencarian destinasi diperkirakan semakin umum.
Lebih dari 60% Gen Z dan milenial diprediksi akan menggunakan AI dalam proses perencanaan liburan mereka, membuat perjalanan lebih efisien dan personal.
Baca Juga: Jangan Asal Tinggal, Ini Tips Menjaga Rumah Tetap Aman Saat Liburan
5. “Roadtrip Rewired”: Kebangkitan Perjalanan Darat
Perjalanan darat (road trips) diperkirakan menjadi pilihan favorit oleh banyak pelancong yang menginginkan fleksibilitas, biaya terjangkau, dan pengalaman spontan.
Ini termasuk penggunaan kendaraan listrik, carpooling untuk mengurangi jejak karbon, serta rute-rute scenic yang kurang dikenal.
Baca Juga: 4 Pulau kecil di Sekitar Tokyo dengan Keindahan dan Kekayaan Alam yang Menarik untuk Dijelajahi
6. Tren Kuliner dan Pasar Lokal (Shelf Discovery)
Wisata kuliner kini bukan hanya soal makan di restoran terkrnal, tetapi juga menjelajah pasar lokal dan supermarket unik.
Para pelancong mencari pengalaman autentik melalui snack tradisional, bahan makanan lokal, dan produk khas yang mencerminkan jati diri destinasi.
Baca Juga: Kesunyian di Ranu Agung, Danau Tersembunyi di Balik Tebing Tinggi Probolinggo
7. Nostalgia dan Set-Jetting
Beberapa wisatawan akan memilih pengalaman nostalgia dengan kembali mengunjungi tempat-tempat dari masa lalu (DéjàView), atau melakukan set-jetting—mengikuti jejak lokasi syuting film dan serial favorit mereka, sebagaimana tren ini terus tumbuh di era media sosial dan streaming.
Baca Juga: Pantai di Pulau Timor Ini Memiliki Lanskap yang Jarang Ditemui, Pasirnya Membentang
8. Wisata Montaña dan Alam Tinggi
Destinasi pegunungan dan tempat tinggi juga diprediksi menjadi favorit baru, dengan wisatawan tertarik pada ketenangan lanskap alam, hiking, serta “luxury emotional travel” yang menawarkan relaksasi jauh dari keramaian kota.
Baca Juga: Catat Jadwal Tanggal Merah dan Long Weekend Bulan Januari 2026
Secara keseluruhan, tren wisata 2026 menunjukkan pergeseran tajam dari sekadar mengejar destinasi terkenal menuju pengalaman yang lebih personal, otentik, dan berkelanjutan.
Wisatawan kini mencari lebih dari sekadar foto; mereka menginginkan cerita, keterlibatan budaya, serta perjalanan yang menghormati lingkungan dan komunitas lokal.
Artikel Terkait
Panduan Berbelanja di Don Quijote, Jepang, Toko Serba Ada dengan Harga Murah
Jangan Asal Tinggal, Ini Tips Menjaga Rumah Tetap Aman Saat Liburan
Curug Cipanas Nagrak, Alternatif Wisata Alam untuk Melepas Lelah
Liburan Awal Tahun di Jogja? Ibarbo Park Hadirkan Taman Kartun Penuh Wahana Seru
10 Tempat Wisata Terbaik di Tabanan, Bali: Dari Pura Ikonik hingga Sawah Terasering Nan Memukau