Kabar BUMN - Berbeda dengan kebanyakan kota, sejumlah kota tua di dunia dibangun di bawah permukaan tanah.
Dipengaruhi kondisi geografis, kota di bawah tanah ini mengubah gua atau menggali terowongan untuk tempat tinggal.
Ada juga yang sengaja menggali daerah pertambangan untuk menghindari terik panas matahari.
Sebagian besar merupakan kota lama yang tidak berpenghuni tapi ada juga yang masih berpenghuni.
Baca Juga: Tak Hanya Taman Sakura, Kebun Raya Cibodas Punya Banyak Spot Foto Menarik untuk Dijelajahi
Matiate
Kondisi geografis Turki yang berbatu-batu memungkinkan dibangunnya beberapa kota bawah tanah.
Salah satu yang besar dan bisa dikunjungi adalah Matiate.
Kota ini terbentuk dari gua-gua yang terdiri atas puluhan terowongan dan 50 ruangan.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Grojogan Sewu 2026, Masih Ramah untuk Liburan Keluarga
Diperkirakan kota ini umurnya mencapai 1.900 tahun.
Matiate bisa dianggap kota yang lengkap dan modern di zamannya.
Kota punya sistem penyimpanan logistik, sumur air dan altar pemujaan serta gereja dan sinagog.
Baca Juga: Bukan Sekadar Menginap, Dagi Abhinaya Ajak Tamu Menyatu dengan Alam Borobudur
Naours
Kota bawah tanah yang berada di Prancis Utara ini dibangun di dalam gua dengan tiang-tiang dari kayu.
Diperkirakan Naours pernah dihuni pada abad pertengahan dengan jumlah penduduk mencapai 1.200 jiwa.
Artikel Terkait
4 Tempat Pemandian Air Panas Terbaik di Dunia
Situs Megalitikum Paling Tua dan Terkenal di Dunia
Kota Aestetik di Dunia yang Terkenal dengan Bangunan Berwarna Khusus
Kota Terdingin di Dunia, Suhu Hariannya di Bawah Minus Derajat Celcius
Daftar Kota Paling Menarik Dikunjungi di Dunia Menurut Riset Global, Ada Apa Saja ya?
Survei National Geographic: 5 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026