Baca Juga: 10 Tempat Wisata Ikonik di Kuala Lumpur, Malaysia yang Tak Boleh Dilewatkan
Penggantinya Sultan Siak ke-12, Tengku Sulung Syarif Kasim.
Ketika hari kemerdekaan RI, Sultan Siak ke-12 mengibarkan bendera merah putih di Istana.
Ia bertemu Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Indonesia.
Tengku Sulung Syarif Kasimjuga menyerahkan 10 ribu gulden dan mahkota kerajaan.
Baca Juga: Ragam Kuliner Oman, Bagian Kuliner Arab Timur yang Berbumbu dan Selalu Dimakan Hangat-hangat
Istana Matahari Timur
Istana Siak dibangun saat kesultanan mengalami masa kejayaan terutama di bidang ekonomi.
Pada masa itu Sultan Siak bahkan sempat berkunjung ke Jerman dan Belanda.
Nama lengkap Istana Siak, Istana Asserayyah Al Hasyimiah artinya Istana Matahari Timur.
Istana ini mengambil gaya arsitektur kombinasi Melayu Arab dan Melayu.
Baca Juga: 7 Jajanan Tradisional yang Wajib Dicicipi Saat ke Pasar Gede Solo
Bangunannya dihiasi pilar bulat dan dihiasi dengan burung garuda.
Sementara jendela dan pintu bermodel kubah dengan hiasan mozaik kaca.
Istana Siak terdiri atas dua lantai dengan bentuk bangunan segi empat silang.
Ada 15 ruangan dengan enam ruang berada di lantai dasar, seperti ruang sidang dan ruang menerima tamu.
Baca Juga: Wisata Aman ke Oman, Menguak Kekayaan Kekayaan Alam, Budaya, dan Sejarahnya
Artikel Terkait
Menikmati Eksotisme Pantai Payung di Kepulauan Riau
5 Pantai Indah yang Menjadi Tujuan Wisata Bahari di Kepulauan Riau, Sebanyak-banyaknya Pengunjung Belum Pernah Overtourism
Pilihan Wisata Terbaik di Kepulauan Riau, dari Destinasi Alam Memukau hingga Surganya Belanja
Sisi Lain Pulau Bengkalis, Riau, yang Tidak Hanya Kaya Minyak, Juga Dianugerahi Keindahan Alam Memesona
4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan