Sementara pondasinya dari jati yang kuat. Bahkan saat terjadi gempa bumi pun benteng tetap berdiri kokoh.
Nama benteng diambil dari nama raja Belanda saat itu, Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau I.
Sementara warga menamainya Benteng Pendem karena lokasinya terpendam atau di bawah permukaan.
Baca Juga: Kalender Februari dan Maret 2026 Dipenuhi Tanggal Merah, Siap-Siap Libur Panjang
Sebagai penjara
Pada masa penjajahan Jepang, Benteng Pendem Ambarawa menjadi tempat tahanan perang.
Sementara di masa perjuangan, benteng ini pun punya jasa yang besar.
Di sinilah pasukan TKR yang dipimpin Jenderal Soedirman berhasil merebut dan menjadikannnya markas.
Baca Juga: Pantai di Jogja Tak Pernah Gagal, Lima Spot Sunset Ini yang Selalu Dinanti Wisatawan
Di masa kemerdekaan, benteng ini pernah berfungsi sebagai Lapas IIA, rumah dinas sipir, dan tentara.
Setelah tidak jadi lapas, benteng sempat terbengkalai dan penuh ilalang.
Ada banyak bagian benteng yang tidak terawat dan hanya dikelola secara sederhana oleh warga setempat.
Baca Juga: Jangan Gugup, Ini Panduan Bagi yang Baru Kali Pertama Naik Pesawat ke Luar Negeri Sendirian
Tempat wisata sejarah
Setelah revitalisasi, wajah Benteng Pendem Ambarawa sekarang cantik kembali dan terbuka untuk publik.
Bangunan benteng diperbaiki dan dicat putih agar serupa dengan warna aslinya saat pertama dibuat.