Kabar BUMN - Gunung Lawu yang selama ini menjadi favorit pendaki kembali mengalami penutupan jalur.
Kebijakan ini diambil demi keselamatan dan pemulihan kondisi alam setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Selama masa penutupan, aktivitas pendakian tidak diperkenankan melalui seluruh jalur resmi di wilayah Karanganyar.
Baca Juga: PELINDO Buka Lowongan Magang di Divisi SDM, Terbuka untuk Mahasiswa Aktif dan Fresh Graduate
Penutupan Berlaku Satu Bulan Penuh
Pemerintah Kabupaten Karanganyar resmi menutup seluruh jalur pendakian Gunung Lawu mulai 1 hingga 28 Februari 2026.
Penutupan ini mengacu pada Pengumuman Nomor P/500.13.1/11/2026 yang mengatur penghentian sementara aktivitas pendakian. Empat jalur resmi yang terdampak meliputi Cemoro Kandang, Cetho, Pringgodani, dan Taman Saraswati.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Promo Tiket Whoosh Murah Masih Berlaku hingga Akhir Januari
Dampak Curah Hujan Tinggi pada Jalur Pendakian
Keputusan penutupan diambil setelah dilakukan evaluasi bersama antara Pemkab Karanganyar dan Perhutani. Hasil peninjauan menunjukkan banyak jalur mengalami kerusakan cukup serius akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Beberapa lintasan bahkan tergerus hingga menyerupai aliran air, sehingga berisiko membahayakan keselamatan pendaki.
Baca Juga: Kolaborasi IHC dan Lima RS Kemenkes Dorong Penguatan Layanan Unggulan Nasional
Fasilitas Penunjang Ikut Mengalami Kerusakan
Tidak hanya jalur pendakian, berbagai fasilitas pendukung juga terdampak kondisi cuaca ekstrem.
Sejumlah rambu keselamatan, papan informasi, serta penanda jalur dilaporkan rusak dan tidak lagi berfungsi optimal. Jika pendakian tetap dibuka tanpa perbaikan, risiko kecelakaan dinilai akan meningkat.
Baca Juga: Nikmati Ketenangan di Curug Pete Baturraden, Tempat Wisata Sempurna untuk Melepas Penat
Fokus Perbaikan Selama Masa Penutupan
Selama Februari 2026, berbagai pihak akan terlibat dalam proses pemulihan jalur. Kegiatan yang dilakukan mencakup perbaikan lintasan yang tererosi, penguatan jalur dengan patok dan balok, pengurukan tanah di titik rawan longsor, serta pembersihan lingkungan sepanjang jalur pendakian.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Menjelajah Karaha Bodas Tasikmalaya, Kawah Gunung Api Muda dengan Lanskap Fotogenik
Paralayang Gunung Haruman Garut, Wisata Udara yang Masih Eksis dan Aman Dicoba
Jangan Nekat! Ini Alasan Mendaki Gunung Tidak Boleh Asal-asalan
Jelajah Keagungan Gunung Penanggungan, Gunung yang Dianggap Sakral Sejak Zaman Majapahit
Kalau Danau Toba Terlalu Jauh, Situ Gunung Sukabumi Siap Jadi Alternatif Wisata Danau yang Tenang