Kabar BUMN - Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang sudah disinggahi orang asal Tiongkok sejak abad ke 13.
Para pendatang ini masuk sebagai pedagang lewat jalur Sutra.
Pengaruh budaya Tionghoa cukup kental di Cirebon, yang bisa dilihat dari sejumlah kulinernya.
Kuliner khas Cirebon ini mengadopsi kuliner Tiongkok.
Baca Juga: Ragam Keseruan Festival Pecinan TMII 2026, Lengkap dengan Atraksi Budaya dan Kuliner
Empal gentong
Empal gentong diperkirakan muncul abad 15. Pertama kali di Desa Battembat, Tengahtani, Cirebon.
Kuliner ini hasil perpaduan antara kuliner lokal, Arab, India dan Tionghoa.
Bahan utamanya daging atau jeroan sapi. Kalau dulu dari daging kerbau yang lebih mudah didapat.
Penggunaan jeroan dipengaruhi kuliner Tionghoa yang sering memanfaatkan bagian dalam hewan.
Baca Juga: 5 Destinasi Luar Negeri Terbaik untuk Liburan Imlek
Tahu gejrot
Diyakini berasal dari Desa Jatiseeng, Ciledug, Cirebon, tahu gejrot pertama muncul tahun 1950-an.
Para pekerja lokal yang bekerja di pabrik tahu mencoba memproduksi tahu sendiri.
Agar berbeda dengan tahu pabrik, ukuran tahu dibuat kecil, dalamnya kopong, dan diolah jadi kuliner baru.
Artikel Terkait
4 Fakta Unik Bakso, Menu Asal Tiongkok yang Jadi Kuliner Kaki Lima Terlaris di Indonesia
Kuliner Khas Semarang yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Tiongkok
6 Kudapan Khas Pontianak, Dipengaruhi Kekayaan Kuliner Tiongkok, Dayak, dan Melayu
Kuliner Khas Lasem, Jawa Tengah, Kombinasi Unik Kuliner Rembang dan Tiongkok
Kuliner Solo yang Dapat Pengaruh Kuat dari Budaya Tiongkok