Kuliner Cirebon yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Kuliner Tiongkok

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Februari 2026 | 20:00 WIB
Penggunaan jeroan di empal gentong dipengaruhi kuliner Tionghoa yang sering memanfaatkan bagian dalam hewan.   (batiqa.com)
Penggunaan jeroan di empal gentong dipengaruhi kuliner Tionghoa yang sering memanfaatkan bagian dalam hewan. (batiqa.com)

Nama gejrot didapat dari suara jrot-jrot yang keluar saat kuah tahu dituang dari botol ke piring.

Baca Juga: Valentine Anti Mainstream? Coba Couple Date Museum di TMII

Kue cikak atau kue ku yang wajib di setiap perayaan Imlek ini melambangkan keberuntungan, panjang umur dan kemakmuran. (Instagram/@hollandbakeryindonesia)

Kue cikak
Kue ini sering juga disebut kue cucuran atau kue ku. Nama kue ku diambil dari dialek Hokian, gui.

Dalam bahasa Mandarin, gui artinya kura-kura, karena bentuk kue seperti cangkang kura-kura.

Kue cikak berisi kacang hijau yang dibungkus kulit tepung ketan diberi pewarna merah.

Adonan kemudian dicetak pada cetakan berbentuk oval yang mirip cangkang kura-kura.

Baca Juga: Contoh 15 Ucapan Hari Valentine Paling Romantis untuk Pasangan, Simpel tapi Bikin Hati Meleleh

kuah mi koclok terbuat dari rebusan kaldu ayam ditambah santan sehingga warnanya sedikit keruh. (Instagram/@mahasiswakulineran)

Mi koclok
Mie khas Cirebon ini konsepnya mirip mie kocok Bandung. Mienya jenis mie kuning yang bertekstur basah.

Saat mengolah mie dan toge, keduanya dimasukkan dalam alat mirip centong lalu dikocok-kocok.

Uniknya, kuah mi koclok terbuat dari rebusan kaldu ayam ditambah santan sehingga warnanya sedikit keruh.

Satu porsi mi koclok terdiri atas mie kuning, kembang kol, toge, suwiran ayam, telur rebus, dan bawang goreng.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini