Kenapa Kurma Selalu Jadi Pilihan Utama Saat Berbuka Puasa?

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Februari 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Alasan kurma identik sebagai takjil berbuka puasa, mulai dari sunnah Nabi Muhammad SAW hingga manfaat kesehatannya bagi tubuh. (Freepik/stockking)
Ilustrasi - Alasan kurma identik sebagai takjil berbuka puasa, mulai dari sunnah Nabi Muhammad SAW hingga manfaat kesehatannya bagi tubuh. (Freepik/stockking)

Kabar BUMN - Setiap kali Ramadan tiba, buah kurma hampir selalu hadir di meja makan sebagai takjil pembuka.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki makna religius sekaligus manfaat kesehatan. Tak heran jika kurma identik dengan momen berbuka puasa di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lalu, sebenarnya apa alasan di balik tradisi ini?

Baca Juga: Pertamina Drilling Sabet Best Collaboration Excellence dari SCM Subholding Upstream

Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW

Salah satu alasan utama kurma dijadikan takjil adalah karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Dalam ajaran Islam, beliau menganjurkan untuk berbuka dengan kurma sebelum melaksanakan salat Magrib. Jika tidak ada kurma, maka dianjurkan berbuka dengan air putih.

Anjuran ini kemudian menjadi kebiasaan yang terus dijaga oleh umat Muslim hingga sekarang. Karena itulah, kurma bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki nilai ibadah ketika dikonsumsi saat berbuka.

Baca Juga: Serunya Wisata Malam Ramadan 2026 di Kota Batu, Ini Info Lengkap Batu Night Spectacular

Sumber Energi yang Cepat Mengembalikan Stamina

Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan asupan yang mampu mengembalikan energi dengan cepat. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh.

Kandungan ini membantu menaikkan kadar gula darah secara bertahap tanpa membuat tubuh “kaget”. Hasilnya, energi kembali pulih dan tubuh terasa lebih siap untuk melanjutkan aktivitas, termasuk salat Tarawih.

Baca Juga: PERURI Sabet Dua Penghargaan Nasional di Digital Day 2026, Tegaskan Arah Baru Transformasi Digital

Mudah Dicerna dan Ramah untuk Lambung

Saat perut kosong dalam waktu lama, sistem pencernaan membutuhkan makanan yang ringan. Tekstur kurma yang lembut dan kandungan serat alaminya membuat buah ini relatif mudah dicerna.

Serat dalam kurma juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit, yang kadang bisa terjadi selama perubahan pola makan di bulan puasa.

Baca Juga: Jajanan Pasar yang Tidak Cepat Basi dan Bisa Distok untuk Sajian Sewaktu-waktu

Kaya Nutrisi Penting

Kurma bukan hanya manis, tetapi juga kaya akan nutrisi seperti kalium, magnesium, zat besi, dan vitamin B. Kandungan ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot dan saraf.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini