Masjid Agung Sanaa merupakan bagian dari kompleks Istana Ghumdan yang terkenal indah.
Baca Juga: Puasa Jalan Terus, Energi Jangan Putus: Tips Simpel Tetap Fit di Ramadan 1447 H
Masjid dibangun dengan gaya batu bertumpuk dan menggunakan atap dari kayu yang diukir dan dicat.
Arsitekturnya menggunakan gaya arsitektur Islam klasik.
Masjid Agung Sanaa merupakan salah satu masjid terbesar di Yemen juga.
Baca Juga: Tips Agar Gula Darah Tetap Stabil Selama Bulan Ramadan
Masjid Ummayyad
Dikenal juga dengan nama Masjid Agung Damascus, lokasinya di Damaskus, Syria.
Sebelum periode penyebaran Islam, di lokasi masjid berdiri sebuah kuil Romawi.
Pada tahun 391 M, kuil berubah menjadi gereja katedral sampai abad ke 6.
Setelah kota Damaskus dikuasai Khalid ibn al-Walid.
Baca Juga: Rencanakan Lebaran dari Sekarang, Trans Studio Bandung Buka Presale Terbatas
Setelah kedatangan kafilah Islam, katedral diubah jadi mushola, tahun 705 resmi menjadi masjid.
Arsitektur Masjid Ummayyad nik karena mengkombinasikan arsitektur gereja basilica Byzantine dengan Islam.
Dindingnya dihias mozaik dari emas yang mendapat pengaruh dari gaya Romawi kuno.
Baca Juga: Ragam Pilihan Destinasi Libur Lebaran di Indonesia, Tawakan Pesona Alam dan Budaya Nusantara
Masjid Uqba Ibn Nafi
Masjid ini berada di kota tua Kairouan, Tunisia.
Artikel Terkait
4 Masjid Indonesia di Amerika Serikat, Dibangun untuk Kebutuhan Ibadah WNI
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng
Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
6 Negara Ramah Turis Muslim, Tersedia Banyak Makanan Halal dan Masjid
Menyambut 10 Malam Terakhir Ramadan: Ini 5 Masjid di Jakarta yang Nyaman untuk Iktikaf