Kamu bisa datang sejak sore untuk berburu kuliner, lalu bertahan hingga malam menikmati gemerlap lampion dan pertunjukan budaya setelah Tarawih sampai pukul 23.00 WIB.
Perpaduan budaya dan spiritualitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Liong, Barongsai, hingga Marawis
Baca Juga: Stabilitas Energi Dijaga, Pertamina Perkuat Mitigasi di Tengah Dinamika Timur Tengah
Sekitar 12 tim Liong dan Barongsai akan tampil memeriahkan parade. Selain itu, empat hingga lima kelompok seni budaya lokal dari Kota Bogor juga dijadwalkan ikut serta.
Partisipasi komunitas lokal diprioritaskan agar rangkaian acara tetap efektif dan terorganisir.
Menariknya, penampilan marawis turut dihadirkan sebagai simbol keberagaman dalam satu panggung kebersamaan. Kolaborasi ini memperkuat pesan harmoni yang diusung dalam perayaan tahun ini.
Baca Juga: Cara Membuat Yoghurt Homemade Anti Gagal, Lembut dan Kental
Lokasi Parkir yang Bisa Kamu Manfaatkan
Untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia beberapa titik parkir di sekitar lokasi acara.
Area BTM Mall, Botani Square, serta sepanjang Jalan Otista masih memungkinkan digunakan sebagai kantong parkir karena rute parade tidak terlalu panjang.
Baca Juga: Peran CFO Bertransformasi Jadi Arsitek Nilai Perusahaan, Ini Strategi PT Surveyor Indonesia
Sementara itu, tamu undangan dan VVIP akan diarahkan parkir di Hotel Neo sebelum berjalan bersama menuju kawasan Surya Kencana dan Vihara Dhanagun.
Disarankan datang lebih awal agar kamu lebih mudah mendapatkan tempat parkir sekaligus posisi menonton yang strategis. ***
Artikel Terkait
Kuliner Singkawang yang Banyak Dicari Orang Pada Perayaan Cap Go Meh
4 Perayaan Cap Go Meh atau Festival Lampion di Berbagai Negara
Kesakralan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Alkuturasi Budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak
Cap Go Meh Glodok 2026: Puncak Perayaan Imlek yang Wajib Kamu Saksikan!
3 Maret 2026 Rayakan Cap Go Meh, Apakah Termasuk Hari Libur Nasional?