Namun dana tersebut sebaiknya tidak langsung dihabiskan.
Sebaiknya bagi THR ke beberapa pos, seperti kebutuhan Lebaran, tabungan, sedekah, serta dana darurat.
Dengan cara ini, keuangan tetap stabil meskipun pengeluaran meningkat.
4. Hindari Belanja Impulsif
Diskon dan promo Lebaran sering kali menggoda masyarakat untuk berbelanja lebih banyak dari yang direncanakan.
Agar tidak tergoda, sebaiknya buat daftar belanja sebelum pergi ke pusat perbelanjaan atau membuka aplikasi belanja online.
Dengan berpegang pada daftar tersebut, pengeluaran bisa tetap sesuai rencana.
Baca Juga: Libur Lebaran di Jawa Barat, Bukan Cuma Pangandaran yang Ramai
5. Gunakan Uang Tunai atau Batas Belanja
Menggunakan uang tunai atau menetapkan batas belanja di dompet digital dapat membantu mengendalikan pengeluaran.
Cara ini membuat seseorang lebih sadar terhadap jumlah uang yang telah digunakan.
Sebaliknya, penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan sering kali memicu pengeluaran berlebih yang berujung pada utang setelah Lebaran.
Baca Juga: Ide Hampers Lebaran Sederhana yang Berkesan untuk Keluarga dan Saudara
6. Tetap Sisakan Dana Setelah Lebaran
Kesalahan yang sering terjadi adalah menghabiskan seluruh dana menjelang hari raya.
Padahal kebutuhan hidup setelah Lebaran tetap harus dipenuhi.
Karena itu, penting untuk tetap menyisakan dana untuk kebutuhan setelah hari raya, seperti biaya rumah tangga, transportasi, atau keperluan sekolah anak.
Artikel Terkait
Libur Lebaran di Jawa Barat, Bukan Cuma Pangandaran yang Ramai
Pesta Kembang Api & Ragam Acara Menanti Kamu di Ancol Saat Lebaran Nanti, Ada Konser Hindia Juga Lho!
4 Teh Beraroma Terpopuler di Dunia, Diseduh di Setiap Kesempatan
Brand Teh Internasional Paling Terkenal, Eksklusif dan Rata-rata Berharga Mahal
Ajarkan Anak Bijak Kelola THR Lebaran, Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan Orang Tua