Ragam Kue Kering Tradisional Jawa yang Selalu Hadir di Hari Lebaran

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Maret 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi. Selain yang sudah umum, setiap daerah di Indonesia punya banyak pilihan kue kering lainnya. (Dea Sahrenda Putri/PojokBogor.ID)
Ilustrasi. Selain yang sudah umum, setiap daerah di Indonesia punya banyak pilihan kue kering lainnya. (Dea Sahrenda Putri/PojokBogor.ID)

Kabar BUMN - Selain yang sudah umum, setiap daerah di Indonesia punya banyak pilihan kue kering lainnya.

Di Jawa sendiri kue kering yang disajikan sekarang sudah dibuat sejak abad ke 12.

Kebanyakan berbahan baku tepung beras, santan, gula merah, dan wijen.

Selain jadi hidangan Lebaran, kue kering ini sering menjadi oleh-oleh khas daerah.

Baca Juga: Fakta dan Sejarah Menarik Tradisi Takbiran, Diawali dari Kegembiraan Memenangkan Perang

Unthuk cacing, camilan renyah dan manis ini populer di Kebumen dan Cilacap. (kuekeringbellarosa.com)

Unthuk cacing
Camilan renyah dan manis ini populer di Kebumen dan Cilacap.

Terbuat dari tepung ketan, santan, telur, gula pasir dan margarin.

Kemudian adonan dimasukkan dalam batok kelapa sehingga berbentuk seperti gumpalan cacing atau akar kelapa.

Setelah itu adonan digoreng sampai kecokelatan. Cita rasanya manis dan sedikit gurih.

Baca Juga: Jelang Nyepi, Ini Tiga Lokasi Pawai Ogoh-Ogoh yang Wajib Kamu Cek

Grubi terbuat dari ubi jalar yang diparut halus, dibentuk bola-bola kecil, lalu digoreng. (kompasiana.com/Isnaini Destyfitriana)

Grubi
Populer di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, kue ini tercatat dalam Serat Centini yang terbit abad 18-an.

Grubi terbuat dari ubi yang potong setipis helaian mie dan direndam di air garam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini