Kabar BUMN - Selain yang sudah umum, setiap daerah di Indonesia punya banyak pilihan kue kering lainnya.
Di Jawa sendiri kue kering yang disajikan sekarang sudah dibuat sejak abad ke 12.
Kebanyakan berbahan baku tepung beras, santan, gula merah, dan wijen.
Selain jadi hidangan Lebaran, kue kering ini sering menjadi oleh-oleh khas daerah.
Baca Juga: Fakta dan Sejarah Menarik Tradisi Takbiran, Diawali dari Kegembiraan Memenangkan Perang
Unthuk cacing
Camilan renyah dan manis ini populer di Kebumen dan Cilacap.
Terbuat dari tepung ketan, santan, telur, gula pasir dan margarin.
Kemudian adonan dimasukkan dalam batok kelapa sehingga berbentuk seperti gumpalan cacing atau akar kelapa.
Setelah itu adonan digoreng sampai kecokelatan. Cita rasanya manis dan sedikit gurih.
Baca Juga: Jelang Nyepi, Ini Tiga Lokasi Pawai Ogoh-Ogoh yang Wajib Kamu Cek
Grubi
Populer di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, kue ini tercatat dalam Serat Centini yang terbit abad 18-an.
Grubi terbuat dari ubi yang potong setipis helaian mie dan direndam di air garam.
Artikel Terkait
Kisah dan Cerita Unik dari Sepotong Kue Kering yang Biasa Dihidangkan di Setiap Idul Fitri
Aneka Kue Kering Khas Labuan Bajo yang Cocok Untuk Menjamu Tamu atau Sekedar Buah Tangan
8 Jenis Kue Kering yang Selalu Muncul Saat Lebaran, Bisa Jadi Ide Bisnis
Kue Kering Indonesia yang Diadopsi dari Belanda, Biasa Disajikan di Hari Raya, Termasuk Idul Fitri
Tips Menyimpan Kue Kering Lebaran agar Tetap Renyah dan Lezat