Kabar BUMN - Secara geografi, posisi Bekasi sangatlah unik. Kota ini berada di antara daerah Jawa Barat dan Jakarta.
Ini membuat daerah Bekasi dihuni masyarakat suku Betawi dan Sunda.
Selain kekayaan budaya, kombinasi keduanya menghasilkan kuliner tradisional Bekasi.
Beberapa kuliner ini masih bisa ditemui di sejumlah rumah makan tradisional.
Baca Juga: Liburan ke Jakarta? Ini 5 Destinasi Wisata Favorit yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Sayur gabus pucung
Menu yang dipengaruhi kuliner Betawi ini jadi antaran saat tradisi nyorog menyambut Ramadan.
Gabus dipilih karena pada masa penjajahan Belanda penduduk tidak punya bahan makanan dan harus mencarinya.
Untuk membuatnya, ikan gabus digoreng kering, setelah itu dituang kuah rempah berwarna hitam pekat.
Saat ini sayur gabus pucung mulai langka karena sulitnya menemukan ikan gabus.
Baca Juga: 7 Minuman Sehat Saat Iduladha, Bantu Redakan Efek Kebanyakan Makan Daging Kurban
Bandeng rorod
Dalam bahasa Betawi, dirorod artinya ditarik.
Ini merujuk pada proses memasak ikan yang telah dipisahkan tulang dan durinya dari daging ikan.
Setelah itu daging dibumbui lalu dimasukkan lagi pada tubuh ikan bandeng dan dikukus.
Rasanya gurih, teksturnya empuk karenanya sangat disukai anak-anak dan lansia.
Artikel Terkait
Lokasinya di Bekasi, Tapi Tempat Makan Legendaris Ini Sajikan Kuliner yang Autentik Betawi
Napak Tilas di Gedung Juang 45, Bangunan Bersejarah yang Jadi Saksi Bisu Masa Kolonial di Bekasi
Plaza Patriot Candrabhaga: Tempat Nongkrong Baru Warga Bekasi
Pantai Bungin Muara Gembong Bekasi, Tempat Wisata dengan Panorama Sunset yang Memesona
Kuliner Bekasi Paling Hits 2025: Ini Daftar Restoran Seru untuk Keluarga