Baca Juga: Libur Sekolah di Jakarta, Ini 7 Taman Bermain yang Tawarkan Pengalaman Seru dan Edukatif
Konon, suara gaib Raden Kesuma kemudian meminta saudara-saudaranya untuk mempersembahkan hasil bumi ke Gunung Bromo setiap bulan Kasada. Dari sinilah tradisi Yadnya Kasada dipercaya mulai dilakukan masyarakat Tengger.
Makna Mendalam di Balik Upacara Yadnya Kasada
Secara harfiah, kata Kasada berasal dari istilah “kesada” yang bermakna mengumpulkan. Makna ini merujuk pada aktivitas mengumpulkan persembahan hasil pertanian untuk dipersembahkan kepada para dewa sebagai bentuk syukur atas panen.
Baca Juga: Gelegar PLN Mobile 2026 Berhadiah Mobil Listrik, Simak Cara Mengumpulkan Poinnya
Di sisi lain, Gunung Bromo dipandang sebagai tempat suci dalam kepercayaan masyarakat Tengger.
Kawasan ini dipercaya menjadi tempat bersemayam para dewa sehingga ritual persembahan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, dan kekuatan semesta. ***
Artikel Terkait
Ke Bromo Makin Santai Pakai DAMRI KSPN, Budget Tetap Terkendali
Trip ke Bromo Jadi Lebih Santai, Ada Opsi Transportasi Super Hemat dari DAMRI
Liburan ke Bromo Makin Murah! Naik DAMRI Mulai Rp12 Ribuan
Sampai Kapan Wisata Gunung Bromo Tutup? Cek Jadwalnya!
Liburan ke Bromo Makin Nyaman! Jalur Lingkar Kaldera Tengger Siap Bikin Trip Kamu Lebih Seru