Terlalu Banyak Gosip dan Tidak Ada Saling Percaya, Itu Sudah Dua Ciri-Ciri Lingkungan Kerja Yang Toxic

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 12 Juni 2023 | 20:30 WIB
Ilustrasi. Lingkungan kerja toxic, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka.  (Yan Krukau/Pexels)
Ilustrasi. Lingkungan kerja toxic, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka. (Yan Krukau/Pexels)

Kabar BUMN - Jika karyawan banyak mengalami stress dan tidak semangat bekerja. Atau bahkan sampai burn-out dan memutuskan berhenti bekerja.

Hati-hati, mungkin sekali lingkungan kerja Anda sudah termasuk toxic.

Pada lingkungan kerja toxic karyawan sering merasa dihukum, tidak diterima, punya perasaan bersalah, dan dipermalukan. Tidak jarang mereka sulit berkonsentrasi karena sikap negatif dari atasan dan rekan kerja.

Baca Juga: Mau Tampil Lebih Berkelas? Pelajari 10 Bahasa Tubuh Ini

Lingkungan kerja yang toxic juga bisa menciptakan sikap yang tidak etis seperti rasisme, menipu, dan perundungan.

Berada terlalu lama di lingkungan kerja yang toxic tidak baik bagi kesehatan mental. Karena itu, perlu diwaspadai.

Berikut beberapa ciri-ciri lingkungan kerja yang bisa dikategorikan toxic:

Baca Juga: Mudah Banget, Ini 5 Cara Rawat Motor Listrik Agar Tak Cepat Rusak

1. Orang tidak bisa berbuat salah
Tidak ada seorang pun ingin berbuat salah. Namun, hal ini sering tidak terhindari. Bila seseorang merasa sangat ketakutan waktu sudah berbuat salah, ini salah satu ciri lingkungan kerja yang toxic.

Ketika karyawan merasa sangat ketakutan karena khawatir dapat hukuman berat atau sangsi, mereka akhirnya melakukan segala cara untuk menutupi kesalahan.

Bisa itu berbohong, menyalahkan orang lain, atau menutupi-nutupi kesalahan demi menyelamatkan diri sendiri.

Baca Juga: Manfaatkan Liburan Panjang Anak-anak, Lakukan Aktivitas Kreatif Bersama di Rumah

2. Tidak ada saling percaya
Di lingkungan kerja yang toxic biasanya tidak ada saling percaya antara karyawan. Bisa jadi atasan pun tidak percaya anak buah dan selalu mengawasi mereka.

Sering terjadi atasan menggunakan gaya micromanagement yang membuat karyawan meragukan kemampuan diri mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: insider, betterup

Tags

Artikel Terkait

Terkini