Anda bisa memberikan tugas-tugas yang lebih sulit seperti memecahkan dan mengocok telur, memotong-motong sayuran atau buah dengan pisau.
Baca Juga: Latih Kemampuan Berpikir Kritis Untuk Menunjang Kinerja di Kantor
Tidak perlu takut mereka terluka, yang penting diajarkan cara memegang pisau yang benar. Ajarkan juga bagian mana pisau yang tajam.
Pilih sayuran dan buah-buahan yang tidak terlalu susah dipotong untuk meminimalisir kecelakaan.
Karena pada umur ini anak sudah bisa membaca, anda bisa ajarkan mereka untuk membaca resep, menimbang bahan dan juga menatap meja makan.
Baca Juga: Tips untuk Orang Tua, Coba Ajak Anak Lakukan 3 Hal Ini saat Libur Sekolah
3. Umur 8-12 tahun
Umur ini bisa dianggap sebagai pre-teen atau menjelang remaja. Mereka sudah lebih dewasa dan tidak perlu banyak diawasi saat berada di dapur.
Namun, sifat moody dan kecenderung tidak mau terlibat dalam aktivitas bersama lebih besar. Jadi perlu sedikit taktik dan pujian agar anak lebih semangat.
Pada usia ini mereka sudah bisa memanggang roti, mencuci piring, mengupas dan memotong sayuran, membuat roti sendiri atau mencampurkan adonan kue sendiri.
Baca Juga: 5 Tips Sederhana yang Bisa Bantu Anda Meningkatkan Produktivitas dalam Bekerja
4. Umur 13 tahun dan lebih
Sebagai remaja, banyak yang bisa dikerjakan oleh mereka, seperti membuat satu resep lengkap dan mulai bekerja di depan kompor atau oven.
Anda bisa mengajarkan mereka membuat tumisan, nasi goreng atau telur dadar. Resep-resep sederhana seperti banana cake, pancake atau muffin juga bisa diajarkan.
Jangan lupa juga mengajarkan mereka mengunakan peralatan dapur seperti blender, rice cooker, food processor, dan microwave.***