Kabar BUMN - Ada sebuah perasasan senang dan kebanggaan tersendiri saat memiliki gaji pertama karena bisa memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak lagi tergantung pada orang tua. Sebaliknya, mungkin sudah bisa membantu orang tua.
Di sisi lain, banyak orang yang baru kali pertama bekerja tidak tahu cara mengelola gaji dengan baik. Gaji yang biasanya angkanya belum tinggi itu pun tanpa disadari habis dalam waktu singkat.
Anda perlu melatih diri untuk menciptakan kebiasaan kecil dalam berhemat. Walaupun gaji kecil tetap bisa berhemat, kok. Lakukan saja kebiasaan-kebiasaan kecil ini.
Baca Juga: 16 Tips Menghadapi Hari Pertama Kerja untuk Pemula, Fresh Graduate Simak Baik-baik
1. Bawa kopi sendiri
Bagi pekerja zaman sekarang, minum kopi adalah keharusan. Sebelum masuk kantor, orang selalu mampir ke gerai kopi favorit untuk menikmati seruputan pertama.
Rata-rata satu cup kopi kekinian Rp15.000 atau sampai Rp50.000 bila di Starbuck. Dikalikan 22 hari, Anda sudah menghabiskan sekitar Rp330.000 sampai 1,1 juta per bulan. Bayangkan betapa borosnya.
Untuk menghemat, bawa saja kopi sendiri. Modalnya lebih murah, cukup tumbler dan sekantong bubuk kopi.
Baca Juga: 5 Jenis Kopi Nusantara yang Paling Banyak Disuka Peminum Kopi
2. Kurangi langganan aplikasi
Di zaman semua berlangganan secara streaming, orang cenderung berlangganan banyak aplikasi mulai dari Spotify, Netflix, Disney+ dan banyak lagi.
Jumlah satu aplikasi per bulan terhitung kecil, namun kalau Anda punya lebih dari tiga, bisa menguras gaji. Walau pun satu aplikasi bisa sharing bersama orang lain, tetap saja uang terbuang.
Ini sifatnya kebutuhan tersier jadi tidak penting. Sebaiknya cukup pilih satu saja aplikasi yang dirasa paling sering dipakai dan esential.
Baca Juga: 33 Rekomendasi Film Horror Terbaik di Netflix, Ada Film Klasik hingga Populer!
3. Beli produk generik
Orang cenderung memilih merk favorit saat membeli kebutuhan pokok seperti misalnya gula pasir, deterjen, telur, maupun minyak goreng. Bisa jadi membelinya karena kemasan cantik atau merknya terkenal.
Produk seperti ini harganya lebih mahal dari produk generiknya. Produk generik adalah produk yang dibuat tanpa label atau merek mentereng. Kadang mereka tanpa iklan dan promosi.