Kabar BUMN - Salah satu rutinitas yang terlihat remeh tapi sering membuat kesal adalah membalas email masuk.
Begitu banyaknya email yang masuk, seseorang bisa menghabiskan banyak waktu mengurusinya.
Tak jarang ada yang terlewat dan tidak terbalas sehingga membuat rekan kerja atau klien marah.
Baca Juga: Tips Hadapi Ancaman dan Penipuan di Email
Di antara sejumlah email penting, sering pula kotak email penuh dengan spam atau berbagai promo tidak penting yang membuat kapasitas memori jadi penuh.
Perlu adanya sebuah pengaturan email masuk agar waktu tidak terbuang banyak dan Anda bisa membalas semuanya. Ini yang bisa coba dilakukan.
Baca Juga: Perbedaan Antara Pekerja yang Terlihat Sibuk Dengan yang Benar-Benar Produktif
1. Sortir isi inbox
Agar tidak penuh dan tidak memusingkan, sortir isi inbox. Usahakan isinya tidak lebih dari 50 email per hari. Angka ini adalah jumlah email yang penting dan harus segera dibalas, paling tidak dalam jangka waktu seminggu.
Sementara email masuk yang lain segera disingkirkan. Bisa itu dibuang dalam folder delete atau folder lainnya yang sifatnya sementara.
Dengan cara ini Anda bisa mengecek juga setiap hari mana saja email yang sudah dibalas dan belum dibalas.
Baca Juga: Hati-hati Tertipu, Ini Ciri-ciri Lowongan Kerja yang Ternyata Penipuan
2. Buat folder 'tidak terlalu urgent'
Ketika mensortir email yang penting, buat folder 'tidak terlalu urgent' dan masukan email-email yang tergolong dalam kategori tersebut.
Yang masuk dalam folder ini sifatnya bisa dibalas paling tidak lebih dari seminggu dan perlu menunggu jawaban dari atasan dan rekan kerja atau sejumlah penundaan lainnya.
Isi folder ini bisa lebih banyak dari inbox, misalnya di atas 150 email.