Kabar BUMN - Bagi seseorang yang belum lama menyelesaikan pendidikannya atau baru kali ini akan bekerja, memasuki dunia kerja tentunya jadi satu lompatan yang membanggakan.
Keinginan atau ambisi ingin mendapatkan kesan pertama pekerja yang baik, paling tidak bisa mampu melewati masa percobaan kerja bahkan bisa diangkat sebagai pegawai tetap, sangatlah besar.
Untuk memastikan langkah Anda memasuki pintu tahapan baru itu dengan persiapan matang, pahami beberapa masalah yang sering dihadapi para first jobber dan mungkin bisa cari solusinya.
Baca Juga: Rahasia Sukses di Bulan Pertama Bekerja Di Kantor Baru
1. Job description yang tidak memadai
Sering terjadi ketika melamar, pekerjaan yang dimaksud berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Sering kali tidak ada job description yang memadai.
Katakanlah, jabatan Anda sebagai marketing. Namun dalam prakteknya, diminta juga mengurus promosi atau administrasi. Tidak jarang desk job tersebut di luar kemampuan yang Anda miliki.
Baca Juga: Kesalahan yang Sering Diperbuat Orang di Kantor, Amit-amit Jangan Sampai Mengalami yang Nomor Empat
Untuk mengatasi hal ini coba tanya rekan kerja yang lama, bagaimana mereka melakukan tugas tersebut.
Tentu dalam satu tim tidak hanya Anda yang merasakan perluasan tanggung jawab tersebut. Bila tidak punya skill di bidang tersebut, coba belajar dari rekan kerja.
Bila dirasa job description sangat jauh dari skill Anda, kemukakan keberatan pada atasan atau HRD. Katakan bahwa ini berbeda jauh dengan jenis pekerjaan yang mereka tawarkan.
Baca Juga: Jika Atasan Terus-terusan Limpahkan Pekerjaan Tambahan, Ini Cara Menolak Dengan Sopan
2. Kurangnya fasilitas
Ketika memulai bekerja, pihak HRD menjanjikan kelengkapan alat kerja tetapi ini tidak terjadi. Laptop kerja harus berbagi dengan rekan kerja, tidak ada meja kerja atau fasilitas penunjang lainnya.
Bila mampu bisa membawa sendiri fasilitas tersebut dari rumah, misalnya laptop. Namun, tetap informasikan pada atasan dan HRD. Karena ini bisa jadi bumerang. HRD melihat Anda sudah mampu bekerja tanpa fasilitas memadai.
Alternatif lain, atur penggunaan fasilitas yang seadanya dengan rekan kerja, misalnya bergantian seminggu sekali.