ragam

Perlu Tahu! Ini Bahaya yang Mengintai Saat Menggunakan Wifi Gratis di Tempat Umum

Rabu, 9 Agustus 2023 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Bahaya mengintai penggunaan wifi umum. (Sora Shimazaki)

Kabar BUMN - Penggunaan ponsel yang sudah meluas dimana-mana membuat orang selalu membutuhkan koneksi internet. Selain mengandalkan paket data di ponsel, orang selalu mencari lokasi wifi gratis.

Sejumlah ruang publik seperti di halte bus, bandara, stasiun kereta api di kota besar sudah menyediakan wifi gratis. Bahkan kafe atau restoran pun menyediakan wifi gratis sebagai bagian dari servis.

Waspadalah, di balik kemudahan dan kenikmatan wifi gratis ini terdapat bahaya digital yang mengintai.

Baca Juga: Waspada Pencurian Wifi di Rumah, Cermati Cara Melindunginya

Malware
Salah satu bahaya paling besar yang sering terjadi pada wifi gratis adalah malware. Ponsel atau gadget yang mengaskes wifi sangat rawan disusupi dengan malware yang berbahaya.

Malware mengakibatkan terjadinya pencurian data dan kadang-kadang bisa merusak sistem operasi ponsel.

Wifi kloning
Wifi klongin adalah proses penduplikasikan nama wifi yang sudah ada sebelumnya oleh para hacker. Mereka menduplikasi nama user wifi, SSID (jaringan internet yang ada).

Baca Juga: Marak Penipuan Online Lewat WhatsApp, BNI Ingatkan Nasabah Agar Lebih Waspada

Dengan cara ini para hacker bisa menyadapi orang yang menggunakan free wifi untuk mendapatkan sejumlah data pribadi. Misalnya, nama, password, nomor-nomor penting dan nomor rekening.

Karenanya, sebelum Anda terjebak dengan wifi kloning ini, cek baik-baik user name dan jangan sampai salah klik.

Dan, curigai juga bila kecepatan internet mendadak menjadi pelan. Walaupun tidak berarti semua koneksi internet yang lambat artinya ada wifi kloning, ya.

Baca Juga: Awas Modus Baru Penipuan Menggunakan Suara dari Artificial Intelligence (AI), Bisa Tirukan Suara Asli

Phishing
Teknik pencurian informasi penting yang sering dilakukan para hacker adalah phising. Teknik ini adalah mencuri password seseorang setelah orang tersebut mengklik sebuah link.

Umumnya orang sering terjebak ketika mendapat email atau kiriman WA dengan yang mirip dengan website asli.

Biasanya website bank, lembaga penting, brand tertentu yang mengiming-imingkan hadiah atau promo besar.

Halaman:

Tags

Terkini