Aturan tidak boleh makan ini sedikit melonggar di beberapa tempat seperti bazar atau di sekitar lokasi wisata.
Baca Juga: Onigiri, Nasi Kepal ala Jepang yang Lezat, Bergizi, nan Mengenyangkan
3. Bebas pajak 10%
Satu hal yang sering dincar turis yang datang ke Jepang adalah pajak bagi orang asing.
Setiap berbelanja, pemerintah Jepang mengenakan pajak konsumsi sekitar 10% bagi warganya. Namun hal ini tidak berlaku bagi turis.
Walaupun tidak berlaku di semua toko tetapi banyak toko-toko di Jepang yang membebaskan pajak turis.
Baca Juga: Ayo Belajar Masak Makanan Jepang, Ini Bahan-Bahan Dasar yang Wajib Ada di Dapur
Biasanya akan tertulis 'Tax Free Store'. Ini artinya harga barang tidak terkenal 10% pajak dan bisa jadi lebih murah.
Pastikan saat membayar, Anda menunjukkan paspor agar dapat harga khusus ini.
Baca Juga: Perbedaan Antara E-Paspor dan Paspor Biasa, Mana yang Lebih Baik?
4.Cek ukuran koper yang dibawa
Kalau ingin traveling antar kota menggunakan shinkansen (kereta cepat) jangan asal bawa koper.
Jepang punya aturan yang ketat soal ukuran koper yang boleh dan tidak boleh masuk ke dalam kereta cepat tersebut. Panjang, lebar dan tingginya tidak boleh lebih dari 160 cm.
Aturan ini dibuat berkaitan dengan ketersediaan bagasi kabin yang ada di dalam kereta. Di setiap kereta api pun ada tempat untuk mengecek ukuran koper Anda.
Baca Juga: Deretan Kereta Cepat Tercepat Di Dunia, Mulai dari China, Italia, Spanyol dan Jepang
5. Reservasi online
Sejumlah tempat hiburan di Jepang jadi incaran banyak orang, seperti Universal Studio, Disneyland, Museum Gibli.
Tidak jarang antrean pun begitu panjang. Karenanya disarankan sebelum masuk ke tempat hiburan tersebut jangan lupa lakukan resevasi online.
Ini tidak hanya memudahkan tetapi juga Anda tahu pasti tanggal-tanggal yang kosong. Museum Gibli misalnya, mereka membatasi jumlah pengunjung. Pastikan Anda datang saat kuota masih ada.***